"Yang bisa kami pastikan memang dia datang ke sini untuk menghadiri resepsi pernikahan," tutur General Manager Hotel Borobudur, Poul Bitsch kepada wartawan di kantornya, Komplek Lapangan Banteng, Jakpus, Senin (23/1/2012).
Poul memastikan, dalam resepsi pernikahan itu tidak mungkin ada alkohol atau narkoba. Dia juga menegaskan, Afriyani hanya datang untuk resepsi, tidak pernah menginap di hotel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai foto Afriyani yang diduga tengah nenggak ekstasi, ganja dan whiskey, Poul membantah hal itu terjadi di tempatnya. Menurutnya, latar dari foto tersebut sama sekali tidak ada di Hotel Borobudur.
"Soal foto itu juga sama sekali, berbeda dengan tempat kami. Tidak ada tata ruang dan dekorasi seperti itu di sini," papar Poul.
Hasil tes urine dari RS Kramat Jati, Jakarta Timur, Afriyani bersama Deny Mulyana (30), Adistria Putri Grani (26) dan Arisendi (34) positif mengguanakan narkoba.
Polisi menetapkan Afriyani sebagai tersangka dalam kecelakaan maut yang menewaskan 9 orang itu. Afriyani ditahan di Polda Metro Jaya. Sedangkan tiga rekannya masih berstatus sebagai saksi.
Sebelum kecelakaan terjadi, perempuan yang bekerja freelance di production house perfilman itu habis dari Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Saat kecelakaan mobil dipacu dengan kecepatan hingga 100 Km/Jam.
Saat diperiksa Afriyani tidak memiliki SIM dan STNK. Afriyani Cs terancam dijerat dengan Undang-undang Narkotika dan Psikotropika.
(fjp/gah)










































