Polisi Dalami Teror Bom Kantor Gubernur NTB Terkait Tahun Baru Imlek

Polisi Dalami Teror Bom Kantor Gubernur NTB Terkait Tahun Baru Imlek

- detikNews
Minggu, 22 Jan 2012 13:13 WIB
Mataram - Kepolisian Resort Mataram tengah mendalami kasus teror bom yang terjadi di Kantor Gubernur NTB, di Jalan Pejanggik, Kota Mataram, Minggu (22/1/2012) pagi. Polisi tengah menyelidiki apakah teror bom itu terkait dengan perayaan Tahun Baru Imlek, Senin (23/1/2012) besok.

"Kasus ini tengah kita dalami. Belum banyak yang bisa kami sampaikan pada teman-teman. Polisi akan mendalami motif teror ini, apalagi ini terjadi sehari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek," kata Komisaris Polisi Denny Priyadi, Wakil Kepala Polres Mataram, yang memimpin langsung penjinakan benda yang diduga bom di Kantor Gubernur NTB.

Denny mengatakan, serpihan ledakan benda mencurigakan itu telah dibawa tim Gagana, dan akan diselidiki lebih lanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apa motifnya, tentu saja akan kita ketahui setelah penyelidikan mendalam," katanya.

Yang pasti kata dia, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan pasca teror itu. Akan ada penempatan personel untuk pengamanan di lokasi-lokasi strategis di Kota Mataram. Apalagi saat ini, warga Tionghoa di Kota Mataram tengah bersuka cita dan bersiap-siap merayakan Tahun Baru Imlek.

Teror bom terjadi di kompleks Kantor Gubernur NTB Minggu pagi. Sebuah bungkusan berisi logam disertai tulisan bom, ditemukan tergeletak di anak tangga salah satu gedung berlantai tiga yang bersebelahan dengan gedung utama. Benda mencurigakan itu telah diledakkan tim Gagana Polda NTB, Minggu pukul 12.10 Wita.

Saat teror bom terjadi, di sebelah barat kompleks Kantor Gubernur, berjarak 100 meter, tengah berlangsung konsolidasi Partai Nasional Demokrat. Petinggi Partai Nasdem dari DPP dan sejumlah provinsi luar NTB tengah berkumpul. Hadir juga kader dan simpatisan partai dari NTB.

Pertemuan berlangsung di kantor DPD Partai Nasdem NTB yang juga berada di Jalan Pejanggik. Pertemuan menyebabkan jalan protokol utama di Kota Mataram itu ditutup.

Kendati begitu, polisi belum memastikan, apakah teror bom di Kantor Gubernur itu juga terkait dengan dengan konsolidasi Partai Nasdem atau tidak.

(anw/anw)


Berita Terkait