Informasi yang dihimpun detikcom, benda mencurigakan itu berupa kardus berbungkus kantong plastik. Benda itu pertama kali ditemukan Nur Hanan, petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kantor Gubernur yang tengah melakukan patroli keliling pada pukul 06.30 Wita tadi pagi.
Hanan yang curiga lalu membuka bungkusan itu. Ia terperanjat, ketika dalam bungkusan terdapat sebuah kaleng, yang bagian luarnya bertuliskan bom. Benda itu lalu ia jauhi dan segera melapor ke Komandan Sat Pol PP Provinsi NTB, Ibnu Salim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari-hari, gedung lantai tiga itu, digunakan sebagai kantor Biro Umum, Sekretariat Daerah Provinsi NTB. Gedung itu persis berada di bagian belakang gedung utama, tempat Gubernur NTB, M Zainul Majdi berkantor.
Selang beberapa menit, personel polisi dari Polres Mataram datang mengidentifikasi benda itu. Butuh waktu tiga jam sampai akhirnya Tim Gagana Brimob Polda NTB, tiba di lokasi. Dengan pakaian lengkap, tim Gagana mengidentifikasi temuan logam dalam kardus itu, dan diputuskan benda mencurigakan itu diledakkan.
Bungkusan itu lalu ditarik dari anak tangga, dan digeret perlahan hingga radius 50 meter, di lapangan parkir kantor. Benda itu lalu diburai dan diledakkan. Pecahan ledakan itu lalu dibawa Gagana untuk diselidiki lebih lanjut.
Komandan Sat Pol PP Pemprov NTB, Ibnu Salim di lokasi kejadian mengatakan, kejadian itu adalah teror pertama di Kantor Gubernur NTB, yang membuat pihaknya kini terus memperketat pengamanan aset perkantoran Pemda itu.
"Tentu saja kita tidak ingin kecolongan. Karena itu kita antisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. Kami akan selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisiam," katanya.
Selama proses penjinakan benda mencurigakan itu, jalan sebelah barat kompleks kantor Gubernur ditutup. Polisi mengalihkan arus kendaraan lalu lintas, dan membatasi pergerakan para pejalan kaki di sekitar area.
(anw/anw)











































