Massa HTI dari kalangan dewasa hingga anak-anak ini membawa spanduk dan membagikan selebaran berisi pesan penolakan liberalisasi Migas dari program kebijakan pemerintahan SBY-Boediono.
Orator HTI Sulsel, Aulia Yahya menyebutkan pembatasan subsidi BBM akan berujung pada liberalisasi Migas yang pengelolaannya dikuasai sektor swasta atau pihak asing. Kebijakan liberalisasi Migas ini dinilai akan merugikan rakyat kecil, akibat kenaikan harga Sembako yang merupakan rentetan dari penghapusan subsidi BBM oleh pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menolak pengurangan subsidi BBM, HTI Sulsel juga meminta pemerintah percaya diri dalam mengelola Migas-nya sendiri, tanpa memberi kesempatan bagi dominasi pihak asing. Pertamina dipandang harus mampu meniru pengelolaan perminyakan seperti yang dilakukan perusahaan perminyakan nasional di negara-negara lain, seperti National Iranian Oil Company di Iran, Petroleos de Venezuela di Venezuela dan Petronas di Malaysia.
(mna/anw)











































