"Itulah kerjaan Kesekjenan. Selama ini teman-teman (BURT) nggak mikir, sekarang mereka teliti satu-satu, ada konsultan pemeliharaan Rumah Jabatan Anggota (RJA) Rp 3,5 miliar. Kira-kira siapa yang punya kerjaan," tutur Ketua BURT DPR yang juga Ketua DPR Marzuki Alie kepada detikcom, Minggu (22/1/2012).
Namun demikian anggaran yang diusulkan Sekjen DPR ini tak langsung disetujui oleh BURT DPR. BURT DPR tak ingin kembali menjadi bulan-bulanan publik. Sekjen DPR pun diminta melakukan efisiensi anggaran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marzuki berkomitmen melakukan pembenahan di DPR. Ia berharap kelak KPK mampu mengungkap permainan apa yang sebenarnya ada di DPR.
"Biarlah waktu yang menjawab. Siapa aktor daripada ini semuanya. Yakin akan terbuka pada akhirnya," tandasnya.
(van/anw)











































