PT KAI Klaim 'Atapers' Bersih, Bola Beton Tetap Dipasang

PT KAI Klaim 'Atapers' Bersih, Bola Beton Tetap Dipasang

- detikNews
Minggu, 22 Jan 2012 09:05 WIB
PT KAI Klaim Atapers Bersih, Bola Beton Tetap Dipasang
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengklaim sejak pemasangan bola beton di perlintasan kereta api jalur Bekasi-Kota, tidak ada lagi 'atapers' atau penumpang nakal yang naik di atap gerbong. Meski dirasa sukses, PT KAI tetap akan memasang bandul tersebut di perlintasan.

"Akan tetap dibiarkan terpasang agar penumpang tidak ada yang duduk di tempat yang bukan peruntukannya. Kita khawatir setelah dibongkar akan terjadi lagi, malah lebih capek lagi," kata Kepala Humas Daops I, Mateta Rizalulhaque, kepada detikcom, Minggu (21/1).

Menurut Mateta, bila melihat perilaku disiplin, khususnya dalam kesadaran menjaga keselamatan berkereta api, masyarakat belum sepenuhnya taat. Padahal, sudah ada aturan jelas yang mengatur larangan duduk di atas atap.

Mateta menganalogikan kenakalan atapers dengan pengendara motor yang nekat menerobos lampu lalu lintas saat diketahui tidak ada petugas kepolisian yang berjaga. Karena itu, bola beton harus tetap dipasang sebagai pencegah.

"Kita tidak berniat membahayakan penumpang. Ini demi keselamatan penumpang juga. Justru kita memberikan dukungan kepada pasal-pasal yang melarang penumpang berada di tempat yang tidak selayaknya ditempati," jelas Mateta.

Meski sudah ada aturan tertulis dalam Pasal 183 tahun 2003 disertai sanksi penjara 3 bulan dan denda Rp 15 juta dalam pasal 207 Undang-undang Perkeretapian, penegakan hukum belum sepenuhnya dapat memaksimalkan aturan tersebut.

"Ketika peristiwa penumpang yang mengamuk saat ditertibkan dan aset negara dirusak di depan penegak hukum, tidak ada yang dikenai sanksi," ujarnya.

Berbeda dengan kasus di Bogor sekitar tahun 2001 yang menelan 12 korban jiwa saat penumpang berjubel di atap kereta. Kepala Staiun kereta api setempat yang dikenai pasal kelalaian. Pasal serupa juga dikenai saat peristiwa ambrolnya atap kereta di Rangkasbitung, Banten. Padahal pihak kereta api sudah memberikan peringatan agar para penumpang tidak ada di atap.

Disinggung soal anggapan PT KAI tidak manusiawi karena memasang bandul beton di atas gerbong kereta api, Mateta berharap hal itu tidak dipandang satu sisi saja.

"Justru dengan cara pandang seperti itu keberadaan mereka diatap memberikan pembenaran," ujarnya.

(ahy/lrn)


Berita Terkait