Duh! Macet Jadi Alasan Sang Polisi yang Umbar Tembakan di Jalur TransJ

Duh! Macet Jadi Alasan Sang Polisi yang Umbar Tembakan di Jalur TransJ

- detikNews
Sabtu, 21 Jan 2012 14:51 WIB
Duh! Macet Jadi Alasan Sang Polisi yang Umbar Tembakan di Jalur TransJ
Jakarta - Masih ingat kasus polisi yang melepas tembakan di jalur TransJ? Polisi pengawal mobil yang membawa uang itu sudah diproses di Mabes Polri. Dan ternyata sang polisi itu mengumbar tembakan ke udara karena ogah terkena macet.

"Mereka ingin dibukakan pintu jalan busway-nya. Mereka enggak mau bermacet-macetan di kepadatan jalan raya. Jadi mereka ingin sampai ke tujuan karena membawa uang," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (21/1/2012).

Rikwanto menjelaskan, sebenarnya saat itu Kamis (12/1) pagi, 2 anggota berinisial Briptu I dan Briptu D tengah melakukan pengawalan pada mobil yang membawa uang. Mereka masuk ke jalur TransJ karena melihat kondisi di ruas Jl Pramuka pagi itu macet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia sebenarnya minta permisi, cuma izin yang salah, dan kurang bisa diterima oleh petugas pintu," tambahnya.

Rikwanto melanjutkan, saat meminta izin masuk tidak diizinkan, awalnya biasa saja, namun kemudian setelah tidak diizinkan, petugas yang meminta masuk itu pun jadi naik pitam.

"Mereka jadi agak keras polisinya itu, dan setengah memaksa. Sempat enggak dibukakan juga, akhirnya mereka mengambil tindakan. Tindakan itu dengan melepaskan tembakan ke udara. Akhirnya anggota polisi membuka sendiri pintu tersebut," jelasnya.

Briptu I dan Briptu D bertugas di Mabes Polri. Keduanya pun sudah diperiksa Propam Mabes Polri. Keputusan hukuman bagi keduanya sepenuhnya bergantung kepada pemeriksaan Propam.

"Atasannya itu di Mabes, jadi nanti yang berhak menghukum atasan dia. Dan nanti atasan dia bekerja dengan Propam Mabes, untuk membuka sidang disiplinnya itu," tuturnya.

(ndr/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini