Menurut Yulie, saat itu ia gagal ketika fit and proper test di DPR. Apa sebabnya?
"Dulu kan saya belum sarjana, jadi pas fit and proper test saya dinyatakan gagal oleh DPR. Sejak saat itu, saya belajar dengan sungguh-sunggu," ujar Yulie saat berbincang dengan detikcom, Jumat (20/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan tidak gagal lagi. Dulu saya merasa ilmu hukum saya masih kurang makanya gagal, mudah-mudahan besok tidak," terangnya.
Soal pengalaman, Yulie mengaku banyak pengalaman terkait pelanggaran yang menimpa kaum transgender atau waria. Maklum, Yulie juga ketua umum Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI). Bila terpilih menjadi anggota Komnas HAm, Yulie pun ingin memperjuangkan kaumnya.
"Tujuan paling utama kesejahteraan hidup antara kita dengan masyarakat lainnya. Kelompok marginal atau transgender bisa mendapatkan pemenuhan hak-haknya," imbuhnya.
(her/her)
