Meski belum ada keputusan resmi, namun potensi koalisi PDIP bisa dengan Partai Demokrat (PD) atau pun PKS yang keduanya memiliki kursi banyak.
"Sangat mungkin kita berkoalisi dengan Partai Demokrat. Yang pasti satu sampai dua partai kami kira sudah cukup," jelas Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo pada detikcom saat mendampingi Ketua Umum Megawati Soekarno Putri berziarah di makam Bung Karno, Kota Blitar, Jumat (20/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dari unsur kepala daerah, yakni mantan Wali Kota Blitar Djarot Syaiful Hidayat yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Organisasi, juga ada nama Wali Kota Solo Joko Widodo maupun Wakil Wali Kota Surabaya Bambang DH. Selain itu terdapat sederet nama lainnya.
"Termasuk nama Fauzi Bowo sendiri juga akan ikut kita survey," katanya.
Minggu pertama bulan Februari 2012, Tjahjo berharap hasil survey partai sudah selesai. Setelah itu PDIP akan melanjutkan dengan fit and proper test terhadap dua orang yang nilainya tertinggi. "Kita akan lakukan uji, apakah layak untuk dijual atau tidak," kata dia.
PDIP sangat berharap salah satu calon, yakni Gubernur atau Wakil Gubernur berasal dari kader partainya. PDIP juga akan mengajukan kontrak politik terhadap pasangan koalisinya bahwa apapun yang terjadi, bagian dari koalisi tidak boleh mundur di tengah jalan.
"Ini akan menjadi kontrak politik kita," pungkasnya.
(her/her)











































