Buntut Bocornya Info Sensitif
Menteri Pertahanan Korsel Mundur
Selasa, 27 Jul 2004 15:15 WIB
Jakarta - Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel) Cho Young-Kil mengumumkan pengunduran dirinya, menyusul kebocoran informasi sensitif seputar konfrontasi Angkatan Laut dengan Korea Utara (Korut)."Peran saya berakhir," ujar seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korsel meniru ucapan Cho. Dia juga meminta maaf karena telah menimbulkan masalah bagi rakyat dan presiden.Cho mengundang para wartawan Korsel ke kementerian untuk mengumumkan keputusan mundurnya. "Menteri Cho meminta pertemuan dengan wartawan untuk menyampaikan niatnya mengundurkan diri," tukas pejabat tersebut kepada AFP, Selasa (27/7/2004).Cho telah didesak untuk mundur sejak konfrontasi antara Angkatan Laut (AL) Korsel dan Korut dua pekan lalu di Laut Kuning. Pada 14 Juli lalu, kapal-kapal AL Korsel menembakkan tembakan peringatan untuk mengusir sebuah kapal patroli Korut yang telah menyusup ke wilayah perairan selatan di Laut Kuning.Pada laporan awal insiden tersebut, tidak disebutkan bahwa kontak radio kapal-ke-kapal telah terjadi pada saat konfrontasi. Lima pejabat senior militer mendapat teguran keras karena menyampaikan laporan yang tidak lengkap tersebut.Dan pada Senin (26/7/2004) kemarin, Letjen Park Sung-Choon, dipecat dari jabatannya sebagai kepala badan intelijen pertahanan untuk Kepala Staf Gabungan. Park dipecat karena membeberkan ke media mengenai isi kontak radio tersebut, yang menunjukkan bahwa Korut telah berupaya menipu AL Korsel dengan mengaku bahwa kapal AL Korut yang menyusup itu adalah perahu nelayan Cina.Kabarnya, Park membocorkan informasi tersebut untuk membenarkan cara AL Korsel menangani konfrontasi, termasuk keputusan untuk melancarkan tembakan peringatan.Pekan lalu, penyelidik khusus Kementerian Pertahanan menyatakan, pejabat-pejabat AL Korsel telah berbuat kesalahan dengan menganggap bahwa pesan radio Korut yang "menipu" itu tidak perlu untuk dilaporkan.
(ita/)











































