Dengan Pengamanan Ketat, 200 Warga Korut Tiba di Korsel

Dengan Pengamanan Ketat, 200 Warga Korut Tiba di Korsel

- detikNews
Selasa, 27 Jul 2004 14:35 WIB
Jakarta - Sekitar 200 pembelot Korea Utara (Korut) mendarat di bandar udara militer di selatan Seoul, Korea Selatan (Korsel) dengan penerbangan carter. Kedatangan mereka penuh dengan kerahasiaan dan diwarnai pengamanan yang sangat ketat.Pejabat-pejabat Seoul mengatakan, masuknya para pembelot dari negeri komunis itu merupakan isu yang sensitif dan menolak memberikan detail lainnya. Hanya diungkapkannya bahwa pesawat Asiana Airlines menerbangkan warga Korut tersebut dari sebuah negara Asia Tenggara."Ini situasi yang sangat tidak biasa, yang memperlihatkan bagaimana sensitifnya seluruh permasalahan ini," ujar seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel seperti diberitakan AFP, Selasa (27/7/2004).Sekitar 200 pengungsi lainnya dari Korut diperkirakan akan tiba di negeri Ginseng itu pada Rabu (28/7/2004) besok. Sehingga total pengungsi akan berjumlah 450 warga Korut.Warga Korut tersebut mendarat di bandara militer Seongnam sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Para wartawan dilarang berada di kawasan bandara dan lusinan polisi anti huru-hara bersiaga di pintu utama bandara.Kementerian Unifikasi yang menangani hubungan Korsel dengan Korut menyatakan, penyambutan pengungsi secara rahasia yang tidak biasanya ini dilakukan atas permintaan negara ketiga."Alasan utama adalah karena negara ketiga di Asia Tenggara sangat bersikeras bahwa mereka ingin tetap merahasiakan masalah ini," tutur seorang pejabat Kementerian Unifikasi.Jumlah warga Korut yang meninggalkan negeri mereka terus meningkat beberapa tahun terakhir. Dengan penjagaan yang sangat ketat di perbatasan inter-Korea, para pembelot Korut harus menyeberang ke perbatasan utara menuju Cina sebelum pergi ke sebuah negara ketiga.Sekitar 5 ribu warga Korut telah membelot ke Korsel sejak Perang Korea berakhir pada tahun 1953 silam. Jumlahnya telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ini, dengan 1.285 yang membelot pada tahun 2003, meningkat dibandingkan 1.140 orang pada tahun 2002 dan 583 pada 2001. (ita/)


Berita Terkait