"Kami dianiaya bertahun-tahun. Kalau di tempat lain masyarakat beli BBM Rp 5 ribu, di sana mereka beli Rp 50 ribu," ujar Bupati Puncak Jaya, sekaligus Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah, Lukas Enembe.
Hal tersebut dikatakan Lukas mewakili para bupati usai rapat Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat pegunungan tengah itu rajin-rajin bekerja. Sayang sumber daya alam tidak bisa dikirim ke luar wilayah karena susahnya akses," tambah Lukas.
Lukas menambahkan adanya separatis, OPM dan ketidakpuasan rakyat Papua juga timbul karena harga barang yang mahal dan daerah yang masih terisolir. Lukas menilai mereka tidak bisa sepenuhnya disalahkan.
"Karena terisolir mereka seperti itu. Coba ada akses jalan, pikiran dan wawasan mereka akan terbuka, begitu juga perekonomian," kata Lukas.
Dia juga mengaku dana Otsus Papua yang nilainya mencapai Rp 3 triliun selama ini belum efektif. Tanpa akses jalan, semua bantuan sifatnya hanya temporer belaka.
"Bangun saja akses. Jangan yang lain. Itu dulu fokus satu," harapnya.
(rdf/mok)










































