"Belum ditemukan siapa pemiliknya. Banyak kejadian pemilik peluru yang berizin itu bingung mau naruh di mana. Saat dia sudah tidak mau memiliki lagi, ada yang buang ke sungai, ditanam. Mungkin di Mulia seperti itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (20/1/2012).
Menurut Rikwanto, si pemilik peluru kemungkinan enggan mengembalikan peluru tersebut secara resmi. "Ya mungkin mereka malas jadi panjang urusannya," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan peluru aktif ditemukan di Menara Mulia pada Senin (9/1), pukul 10.30 WIB. Peluru ini ditemukan oleh seorang sekuriti bernama Jainuddin. Benda itu ditemukan di dalam sebuah kantong plastik hitam di belakang pintu darurat.
Penemuan ini dilaporkan ke polisi sekitar pukul 19.30 WIB. Di dalam kantong plastik hitam tersebut terdapat peluru untuk pistol kaliber 22 sebanyak 256 butir, selongsong peluru kaliber 22 sebanyak 13 buah, selongsong kaliber 38 sebanyak 15 buah, dan 4 buah kardus kecil tempat peluru kaliber 22. Tidak ditemukan adanya senjata di dalam plastik tersebut.
(gus/nrl)










































