"Diundur atau tidak bagi kita tidak masalah. Kita siap mengamankan pelaksanaan Pilkada, mau kapan pun itu dilaksanakan," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, di Gedung PTIK, Jl Tirtayasa, Jakarta, Jumat (20/1).
Saud menjelaskan, saat ini pihaknya hanya menunggu keputusan final terkait mundurnya jadwal Pemilukada Aceh. Meski Mahkamah Konstitusi (MK) sudah menetapkan penambahan waktu untuk pendaftaran kandidat yang maju, namun belum ada keputusan final dari Komite Independen Pilkada (KIP) Aceh. Sesuai jadwal Pemilukada akan digelar 16 Februari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saud memaparkan, kondisi di Aceh sekarang tergolong kondusif. Polri tetap melakukan penyelidikan dan pengungkapan terhadap pelaku serangkaian penembakan beberapa waktu lalu.
"Tim kita di lapangan sedang bekerja keras untuk mengungkap kasus penembakan," ujarnya.
Mabes Polri sendiri menerjunkan 780 personel untuk membantu pengamanan selama Pilkada nanti. Pengamanan dilakukan sampai di tingkat TPS.
"Semua sudah siap. Tinggal nantinya kalau memang pelaksanaannya tetap tanggal 16 Februari kita akan segera mendorong anggota kita yang 780 orang ke Aceh," kata Saud.
Selain pengamanan lokasi Pemilukada, pihaknya juga terus melakukan pemantauan kepada kandidat-kandidat yang nanti berlaga di Pilkada Aceh.
"Kepada calon-calon kita pantau terus, kalau diminta akan kita kasih (pengamanan)," papar Saud.
(ahy/ndr)










































