Peringatan 27 Juli, KPU Semarang Dihadiahi Tomat Busuk

Peringatan 27 Juli, KPU Semarang Dihadiahi Tomat Busuk

- detikNews
Selasa, 27 Jul 2004 13:38 WIB
Semarang - Dua kelompok mahasiswa menggelar aksi berkait dengan peringatan 27 Juli. Satu kelompok menghadiahi KPUD Jateng dengan tomat busuk, sedangkan kelompok lainnya bagi-bagi bunga. Keduanya mengecam represivitas militer dan menuntut penuntasan kasus penembakan terhadap mahasiswa.Kelompok pertama menamakan diri sebagai Front Perjuangan Rakyat Miskin (FPRM) Jateng. Mereka terdiri dari PRD, LMND, dan GMNI dan memulai aksinya di Bundaran Air Mancur Semarang, Jl. Pahlawan, Selasa (27/07/2004). Setelah berorasi beberapa saat, mereka melakukan aksi long march menuju Kantor KPUD Jateng, Jl. Veteran.Sekitar pukul 11.00 WIB mereka sampai di sana dan langsung berorasi menolak semua capres, termasuk capres yang lolos dalam putaran II. "Semua capres tidak layak memimpin negeri ini. Untuk itu, kami juga menolak hasil pilpres dan meminta pembubaran lembaga kemiliteran dari Kodam sampai Babinsa," teriak Koordinator Aksi, Badrun, di sela-sela aksi.Selang beberapa saat kemudian mereka hendak melempar tomat busuk sebagai simbolisasi kebusukan penyelenggaraan pemilu. Tapi, puluhan aparat kepolisian yang sejak awal sudah berjaga melarangnya. Setelah negosiasi, para demonstran minta diizinkan masuk ke gedung untuk memberikan tomat itu pada anggota KPUD. Lalu mereka nego alot dengan staf KPUD dan akhirnya diperbolehkan masuk.Di dalam salah satu anggota KPUD Jateng Hasyim Asy'ari sudah menunggunya. Ke-50 mahasiswa itu pun langsung memberikan sekantong plastik tomat busuk padanya. Ketika tomat sudah di tangan Hasyim, para demonstran pun berteriak-teriak sambil menyanyikan lagu-lagu khas demonstrasi.Sekitar pukul 12.30 WIB, para peserta aksi meninggalkan Kantor KPUD. Mereka kembali ke lokasi awalnya, Bundaran Air Mancur. Puluhan aparat kepolisian terlihat mengiringi mereka sambil mengatur lalu lintas.Sementara, di lain tempat sekelompok mahasiswa yang menamakan diri sebagai Forum Mahasiswa Anti Represifitas juga menggelar edmo serupa. Gabungan BEM Undip ini memulai aksinya di Kampus Undip Pleburan pada jam 10.00 WIB. Karena Bundaran Air Mancur telah diisi kelompok FPRM mereka akhirnya mengalihkan diri ke depan Kantor DPRD Jateng, Jl. Pahlawan.Di sana mereka membagi-bagikan bunga sebagai tanda perdamaian atas terhadap kekerasan yang selama ini terjadi. Mereka juga membagikan selebaran yang intinya mengecam tak tuntasnya penyelesaian kasus Trisakti, Semanggi, dan lain-lain.Selama membagi-bagikan bunga, peserta aksi yang memakai jas almamater itu menyanyikan lagu "Gugur Bunga'. Pada pukul 11.30 WIB mereka mengakhiri aksinya dan kembali ke kampus yang hanya berjarak 500 meter dari lokasi aksinya. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads