"Itu kemarin sudah ditinjau Kementerian Daerah Tertinggal, dan akan diperbaiki dengan anggaran Rp 1 miliar," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten Suyadi Wiraatmadja saat dihubungi detikcom, Jumat (20/1/2012).
Sayangnya Suryadi tidak tahu kapan waktu pengerjaan pembangunan jembatan baru akan dilakukan. Yang jelas pengerjaan akan dilakukan secepat mungkin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan jembatan itu sangat penting. Jembatan menjadi sarana transportasi yang menghubungkan Desa Sanghiang Tanjung dengan kawasan lainnya, termasuk sekolah tempat Sofiah dan teman-temannya menuntut ilmu. Sejauh ini belum ada laporan warga atau siswa SD yang mengalami luka karena terjatuh dari jembatan.
Suryadi akan berupaya melakukan pendataan berapa banyak lagi jembatan yang mengalami kondisi serupa. Secepatnya dia akan meminta timnya bergerak.
"Saya tidak tahu ada berapa lagi. Saya belum melakukan pendataan, tapi peristiwa ini menjadi pengalaman. Kita akan cari informasi sebanyak-banyaknya," jelasnya.
Jembatan sederhana itu dibangun pada 2001, namun rusak karena banjir pekan lalu. Sofiah dan rekan-rekannya mesti bertaruh nyawa untuk bersekolah dengan melintasi jembatan. Bila tidak berhati-hati, dia bisa tercebur dan terbawa arus Sungai Ciberang. Bila dia tidak berakobrat di jembatan itu dengan mencari jembatan lainnya, dia harus berjalan kaki 30 menit lagi.
(ndr/nrl)











































