PPP Tidak Pilih Golput & Oposisi

Hamzah Haz:

PPP Tidak Pilih Golput & Oposisi

- detikNews
Selasa, 27 Jul 2004 13:03 WIB
Jakarta - PPP dipastikan tidak akan bersikap golput maupun mengambil jalan oposisi. PPP akan memilih salah satu di antara Mega-Hayim atau SBY-JK."Namun PPP sampai saat ini belum menentukan sikap pasti siapa capres yang didukung. PPP masih mendengarkan berbagai aspirasi dari DPC, DPW dan Pusat. Kita belum punya sikap resmi, makanya kita menggelar Rapimnas dulu untuk mengetahui aspirasi mereka."Hal itu disampaikan Ketua Umum PPP Hamzah Haz di sela-sela Rapimnas DPP PPP di Hotel Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (27/7/2004)."Dari dua nama, SBY dan Mega, PPP akan menentukan satu pilihan. PPP tidak akan mengambil jalan oposisi. Kita juga tidak akan golput, karena kita menghargai demokrasi dan ingin membangun demokrasi," ujarnya.Dalam sambutan tertulisnya, Hamzah mengungkapkan berbagai realitas politik di Indonesia, terutama yang menyangkut kekalahan PPP. Dia mencatat adanya perkembangan positif dalam proses demokrasi melalui Pilpres, yang menghadirkan sikap kesadaran dan pengertian tentang demokrasi di kalangan rakyat."Mobilisasi rakyat oleh elit dan mesin politik untuk memilih capres-cawapres ternyata tidak sepenuhnya efektif. Rakyat memperlihatkan otonominya dalam menentukan pilihan," katanya.Dia mencontohkan Golkar dan PKB masing-masing meraih 21,58 persen dan 10,57 persen dalam Pemilu legislatif. Tapi dalam realitas Pilpres, hanya meraih 23,3 persen. Sedangkan PPP yang meraih 8,15 persen, pada Pilpres 3,1 persen. Partai Demokrat yang mendapat 7,45 persen, pada Pilpres meraih 33,2 persen."Soal koalisi yang akan dibangun PPP, pada prinsipnya saling menguntungkan dan membawa perubahan bagi bangsa dan negara," ujar Hamzah.Bebaskan Ba'asyirAngggota Majelis Syariah PPP KH Alawy Muhammad dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan, capres-cawapres yang akan didukung PPP harus memperhatikan sungguh-sungguh kepentingan umat Islam."Sebagai realisasinya harus membebaskan Ustad Abu Bakar Ba'asyir dari tahanan, selama belum terbukti kesalahannya secara hukum, sebelum waktu pelaksanaan Pilpres putaran dua," sebutnya.Dia juga meminta capres menghentikan istilah teroris terhadap umat Islam, karena sangat menyakiti perasaan. Selain itu, capres diminta menghentikan segala bentuk tayangan yang berbau pornografi di media massa, praktik perjudian, narkoba, dan pelacuran.Capres juga diminta Alawy untuk harus mempertimbangkan pengelolaan keyaan negara seperti kayu, minyak mentah, emas dan jenis logam lainnya untuk kepentingan rakyat, serta menyelidiki kekayaan para pemodal asing. (sss/)


Berita Terkait