"Dia sudah tiga kali nyoba naik kesitu. Pertama dia nangis, dia pengen pulang ke Solo tapi kan belom kerja jadi nggak ada ongkos," kata teman MK, Rika Siti Solekhah (17) kepada detikcom saat ditemui di lokasi Gedung Pasar Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2012).
Rika dan MK merupakan teman satu kampung yang berasal dari Kampung Melangi, Kelurahan Kemusuk, Boyolali. Mereka berangkat ke Jakarta karena ajakan tetangganya yang menjanjikan akan memberi pekerjaan sebagai karyawan restoran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, setelah dua minggu berada di Cipete, MK mendengar bahwa tetangganya tersebut berniat menjual mereka berdua kepada germo. Hal tersebut kemudian diceritakan MK kepada Rika. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk melarikan diri.
"Setelah kabur dari Cipete, kami kabur ke tempatnya Eno, temen kerja.
Karena tinggal bertiga nggak boleh sama bu kos, akhirnya kami berdua pergi dari kos Eno," tutur Rika.
Setelah pergi dari Kos Eno, mereka berdua tinggal di lantai tiga Gedung Pasar Mampang. Lantai tiga Gedung Pasar Mampang berupa lantai tanpa atap dan tembok. Akibatnya mereka hanya tidur beralaskan tikar tanpa selimut.
Rika dan MK sempat tinggal selama dua minggu di tempat tersebut. Untuk makan dan minum, mereka berdua mengandalkan pendapatan dari Rika yang masih bekerja. Sedangkan MK sudah tidak bekerja lagi.
MK mulai menunjukkan tanda-tanda stres sejak tiga hari yang lalu. Ia sering tampak gelisah dan selama tiga hari berturut-turut naik ke pagar pembatas di lantai tersebut.
"Semalem dia juga naik, dia abis berantem sama laki-laki yang katanya pacarnya, dia marah di atas, trus dia capek lalu turun. Tadi naik lagi," jelas Rika.
Untungnya MK berhasil di bawa turun. Saat ini ia dibawa ke Puskesmas Mampang.
(mpr/mpr)










































