Pasca Penembakan Dr Andrias, MSF Tutup Pusat Rawat Medis di Mogadishu

Pasca Penembakan Dr Andrias, MSF Tutup Pusat Rawat Medis di Mogadishu

- detikNews
Kamis, 19 Jan 2012 21:18 WIB
Jakarta - Pasca penembakan tenaga medis Phillipe Havet, termasuk dr Andrias Karel Keiluhu alias dr Kace asal Indonesia, pada 29 Desember 2011 lalu, Medecins Sans Frontiers (MSF/Dokter Lintas Batas) menutup pusat perawatan di Mogadishu, Somalia. Pusat perawatan medis yang ditutup adalah yang terbesar di ibukota Somalia itu, tepatnya di kawasan Hodan.

Demikian rilis yang disampaikan Senior Communication Officer MSF Baikong Mamid dalam keterangan yang diterima Kamis (19/1/2012).

"Termasuk menutup fasilitas kesehatan berkapasitas 120 tempat tidur di dua tempat berbeda yang sebelumnya digunakan untuk merawat penderita gizi buruk, campak dan penyakit kolera," jelas MSF.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MSF menambahkan penghentian kegiatan di kawasan Hodan tersebut mengakibatkan jumlah bantuan yang diberikan MSF di Mogadishu dikurangi. Untuk sementara, MSF akan tetap memberikan bantuan medis di distrik-distrik lainnya di ibukota, juga di 10 lokasi yang tersebar di seluruh Somalia.

"Meski demikian, kelanjutan program bantuan medis MSF untuk rakyat Somalia tergantung pada ada atau tidaknya perhatian dan rasa hormat yang diberikan pada staf, pasien dan fasilitas kesehatan yang tersedia. Jika kondisi tersebut bisa tercapai, maka MSF akan terus melanjutkan program bantuan kemanusiaan di Somalia," tutur MSF.

Sementara Direktur Jenderal MSF Christopher Stokes mengatakan tidak mudah menutup layanan kesehatan yang masih dibutuhkan rakyat Somalia.

β€œTidak mudah menutup layanan kesehatan di sebuah tempat dimana keberadaan tim medis kami sangat dibutuhkan setiap hari untuk menyelamatkan nyawa banyak orang, namun pembunuhan terhadap dua orang staf kami di Hodan membuat kami terpaksa menghentikan kegiatan di Mogadishu,” ujar Stokes.

Dokter Andrias atau yang akrab dipanggil dr Kace tewas ditembak seorang pria bekas pekerja organisasi internasional yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan ini di Mogadishu, Somalia, pada Jumat, 30 Desember 2011.

Di daerah Hodan, MSF telah memberikan bantuan kepada 200,000 rakyat Somalia yang dalam beberapa bulan belakangan mengungsi ke ibukota. Sejak Agustus 2011, tercatat sebanyak 11,782 anak kekurangan gizi, 1,232 pasien yang menderita diare akut, dan 861 penderita campak yang mendapatkan perawatan dari MSF. Selain itu, tim MSF juga telah memberikan vaksin campak kepada 67,228 anak di Somalia.

MSF kembali memanggil semua pihak terkait, para pemimpin dan rakyat Somalia untuk membantu memulangkan dengan selamat dua orang pekerja kemanusiaan MSF Montserrat Serra dan Blanca Thiebaut yang diculik di kamp pengungsian Dadaab di Kenya pada 13 Oktober 2011 lalu saat membawa bantuan tanggap darurat untuk penduduk Somalia.


(nwk/mpr)


Berita Terkait