Peringatan 27 Juli di Solo
Si Suti Sudah Tersangka, Si Susi...
Selasa, 27 Jul 2004 11:55 WIB
Solo - Peringatan delapan tahun peristiwa 27 Juli 1996 di Solo, Selasa (27/7/2004) dilakukan oleh tiga kelompok kecil. Mereka menuntut penuntasan kasus tragedi berdarah itu dengan menyeret para pelakunya ke meja pengadilan. Nuansa politis tidak terhindarkan ketika mereka menyebut pihak yang harus bertanggungjawab dalam kasus tersebut.Ketiga kelompok itu secara bergantian mendatangi balaikota setelah melakukan long march dari tempat masing-masing mereka berkumpul. Seratusan orang dari Gerakan Rakyat Anti-Kekerasan (Gerak) ini memulai aksi dari Pasarkliwon menuju balaikota mengusung lima keranda berisi benda mirip manusia yang diberi kain kafan. Mereka menyebutkan sebagai simbol korban 27 Juli.Setelah Gerak pergi, tempat itu diisi oleh Forum 628, sebuah kelompok yang didirikan 28 Juni 1996 sebagai bentuk penolakan Kongres PDIP di Medan saat itu. Jumlah massa yang hampir sama ini juga membawa boneka berkafan, satu dipikul di atas keranda dan satu lainnya dimasukkan kereta jenazah. Dari Bundaran Gladag mereka menuju Balaikota yang hanya berjarak ratusan meter.Kelompok ini kemudian menuju Jurug untuk melarung simbol korban di Bengawan Solo. Selanjutnya tempat itu diisi sekitar 30 orang dari Gerakan Rakyat Merdeka (Geram). Kelompok terakhir ini berangkat dari Posko Mega Hasyim Kecamatan Laweyan, selanjutnya menyusuri Jalan Slamet Riyadi dan kemudian menuju Balaikota yang menempuh jarak tidak kuran dari tujuh kilometer.Senyampang jalan, mereka menggelar orasi sekitar 45 menit di depan pintu gerbang Makorem 074 Warastratama Surakarta di Jalan Slamet Riyadi. Para orator mendesak TNI sebagai institusi pertahanan negara tidak berpolitik praktis. Mereka membentangkan spanduk panjang bertuliskan desakan penuntasan kasus 27 Juli dengan menindak para pelakunya, baik yang sipil maupun militer.Sejumlah poster juga mereka bawa. Isinya sangat tendensius untuk mengarah ke salah satu person. Di antaranya ada tiga poster yang berbunyi, 'Pangdam Jaya '86 Sudah Tersangka, Kasdamnya Gimana Tuh...', 'Bang Yos Udah Kena Tuh, Cak Bambang Jangan Hanya Nyanyi Dong. Ingat Dosamu 27 Juli 1996', 'Si Suti Sudah Tersangka, Si Susi Ikutan Juga. Adili Dong...', dan sejumlah poster lainnya.Pintu Balaikota TerbukaAda yang menarik dalam aksi ini. Selama ini Walikota Solo Slamet Suryanto tidak pernah bersedia menemui peserta aksi yang medatangi balaikota. Bahkan pintu gerbang besi yang kokoh pun selalu dikunci dengan rantai besi dan hanya dibuka jika ada tamu-tamu penting saja. Namun dalam aksi kali ini walikota bersedia keluar menemui aksi Forum 628.Kesediaan walikota itu yang juga kader PDIP kontan membuat panik pegawainya. Puluhan Satpol PP segera berlarian membuka kunci pintu gerbang dan beramai-ramai mendorong pintu agar sedikit terbuka untuk lewat Sang Walikota. Saat menemui para peserta aksi, walikota berjanji akan menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah pusat agar segera mengusut tuntas kasus 27 Juli.
(nrl/)











































