Keenam mahasiswa Unsoed yang akan mewakili Indonesia dalam ajang kompetisi ini adalah Arbi Wienandar (ketua delegasi), Shofri Darmawan, Hany Anggut, Ulfa Melissa Handoko Putri, Catur Haryati, dan Hana Kusuma Hayuningtyas. Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 600-an delegasi dari seluruh dunia pada bulan Februari mendatang. Mereka akan mewakili Uzbekistan dalam tiga bidang PBB yaitu WHO (World Health Organization), SOCHUM (Social, Humanitarian, and Cultural Committee), dan SPECPOL (Special Politicial and Decolonization Committee).
"Materi untuk HNMUN telah kami siapkan seperti melakukan research melalui situs PBB, surat kabar online tentang fungsi dan misi dari tiap-tiap badan PBB. Selain itu kami juga telah meneliti karakteristik negara Uzbekistan," tutur Arbi, Kamis (19/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
HNMUN merupakan kegiatan kompetisi simulasi sidang PBB terbesar dan tertua di dunia. Nantinya para delegasi akan ditantang untuk meyakinkan delegasi negara lain tentang ide-ide terkait isu-isu termutakhir di dunia baik di sektor ekonomi, budaya, kesehatan hingga perubahan iklim.
"Ajang HNMUN ini tujuannya adalah untuk menyusun resolusi yakni solusi dan jawaban atas permasalahan-permasalahan dunia," ujar Shofri.
Tim Unsoed ini adalah tim yang pada bulan Oktober tahun lalu telah lolos seleksi dan menjadi perwakilan Unsoed dalam Indonesia Model United Nations di Universitas Indonesia, Jakarta.
Sementara menurut Budi Rustomo, Pembantu Rektor IV Unsoed bidang Kerjasama, kami sangat mendukung mahasiswanya dalam ajang internasional tersebut. Ajang kompetesi semacam ini dapat membentuk pengalaman bagi mahasiswa sehingga dapat berpikir dalam perspektif lebih global.
"Dalam era global seperti ini, meski tetap beraksi secara lokal, mahasiswa dituntut untuk memandang masalah lebih global," ungkap Budi.
(anw/anw)











































