Polda Metro Jaya Minta KPU Kurangi Keterbukaan

Polda Metro Jaya Minta KPU Kurangi Keterbukaan

- detikNews
Selasa, 27 Jul 2004 11:54 WIB
Jakarta - Polda Metro Jaya dan KPU akan membahas pengamanan KPU ke depannya menyusul terjadinya ledakan Senin (26/7/2004) kemarin. Salah satunya diusulkan agar KPU mengurangi keterbukaan selama ini seperti dengan menyeleksi tamu. Demikian disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani usai pembukaan latihan olah TKP, kasus pembunuhan, pencemaran lingkungan, cyber crime dan narkotika, di Polda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Selasa (27/7/2004). "Mudah-mudahan ke depan KPU dan kepolisian bisa melakukan langkah-langkah signifikan dalam menjaga keamanan. Misalnya dengan menyeleksi orang-orang yang masuk. Menutup tempat-tempat publik seperti mushola untuk tak digunakan publik atau tidak menerima unjuk rasa ke dalam seperti apa yang dilakukan kemarin," kata Kapolda.Kapolda menegaskan KPU yang terlalu terbuka mengandung kerawanan. Namun ditegaskan, hingga kini KPU dan polisi belum membuat kesepakatan tentang langkah-langkah untuk memperketat pengamanan. KPU tetap menginginkan pengamanan dilakukan tanpa mengurangi keterbukaan. 11 SaksiPolisi telah memeriksa 11 orang sebagai saksi yakni 3 polisi dan 8 petugas kebersihan terkait ledakan tersebut. Sementara dari keterangan saksi pelaku berjenis kelamin laki-laki. Mengenai motif, Kapolda menyatakan, untuk mengganggu Pilpres. "Mengganggu jalannya penghitungan hasil pemilihan Presiden. Kira-kira itu. Polisi kan pikirannya gangguan keamanan, kalau politiknya tanyakan ke KPU," demikian Kapolda. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads