"Kalau dipanggil KPK, Anas harus buka yang sebenarnya," ujar Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin uai acara silaturahmi tokoh bangsa, di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2012).
Din juga menambahkan, Partai Demokrat tempat Nazaruddin juga harus bertanggung jawab. Petinggi dan pembina partai tersebut juga harus angkat bicara dan mempertanggungjawabkan apa yang terjadi terhadap kadernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, di persidangan Rosa menyebut para petinggi Partai Demokrat dan politikus di Senayan ikut menerima uang dari proyek Wisma Atlet. Mereka yang disebut itu adalah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh (Komisi Olahraga DPR), Mirwan Amir (Wakil Ketua Banggar DPR), Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, serta adiknya, Rizal Mallarangeng. Politikus PDI-Perjuangan, I Wayan Koster, juga disebut.
(gah/gah)











































