Aksi sekitar 70 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pemuda Siantar (Himapsi) ini berlangsung tertib. Mahasiswa bernyanyi dan menggelar orasi di depan pintu masuk gedung dewan.
Delapan mahasiswa sengaja tidak mengenakan baju dan melumuri tubuhnya dengan cat putih. Pada bagian dada tertulis rangkaian huruf “Tolak Konversi”.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Himapsi, Teguh Karunia Sinaga mengatakan, perkebunan teh di kawasan Sidamanik dan Bah Butong kini menjadi lokasi wisata alam. Tidak semata-mata perkebunan teh milik PTPN 4.
"Saat ini perkebunan teh di dua lokasi di Kabupaten Simalungun menjadi kawasan wisata. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk menikmati udara sejuk. Kebun teh di Simalungun merupakan perkebunan teh yang tersisa di Pulau Sumatera," kata Teguh.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, Sekretaris Komisi B DPRD Sumut, Muhammad Nuh, berjanji akan memanggil pihak PTPN 4 terkait rencana konversi perkebunan teh menjadi lahan sawit.
"DPRD Sumut akan memanggil pihak terkait untuk membicarakan rencana konversi kebun teh ini kata Nuh.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun sendiri telah melayangkan surat penolakan secara resmi kepada pihak PTPN 4 untuk tidak melakukan konversi teh seluas 1.647 hektar lebih menjadi kelapa sawit di Kecamatan Sidamanik dan Bah Butong. Pertimbangannya, tanaman kelapa sawit lebih memberikan dampak negatif. Selain itu menyalahi tata ruang dan perubahan fungsi lahan akan mempengaruhi ekosistem flora dan fauna.
(rul/anw)










































