Hal ini dipicu karena Indri tidak betah di kos-kosannya. Kebetulan, kos-kosan khusus putri tersebut adalah rumah mertua IG.
"Saya tidak betah dikosan jadi saya pulang ke rumah," kata Indri Septiana kepada detikcom di RS Banyumas, Kamis (19/01/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Usai kejadian itu, IG telepon rumah. Dia bilang Indri tidak jadi diantar pulang. Indri sudah mau tinggal di kosan lagi. Ibu tidak usah jemput," jelas Sutihat menirukan omongan IG saat ditelepon.
Mendengar kabar tersebut, Sutihat mencoba menghubungi kembali anaknya namun tidak dapat dihubungi. Hingga akhirnya sore harinya Indri diantarkan pulang sudah dalam keadaan lebam di bagian muka serta darah yang terus keluar dari hidungnya.
"Saya coba hubungi tapi katanya handphone disita sama IG. Sampai sore harinya ketika Indri diantarkan pulang sudah dalam keadaan lebam-lebam," ungkapnya.
Kini pihak kepolisian Polres Banyumas masih menyelidiki kasus kekerasan yang terjadi dengan meminta keterangan dari berbagai pihak. Seperti korban, orang tua dan guru yang diduga melakukan pelemparan buku tersebut.
(asp/anw)










































