Sekolah Mengangkat Harkat TKW Bermasalah

Laporan dari Dubai

Sekolah Mengangkat Harkat TKW Bermasalah

- detikNews
Kamis, 19 Jan 2012 14:20 WIB
Sekolah Mengangkat Harkat TKW Bermasalah
Dubai - Masih terdapat 33 TKW bermasalah di tempat penampungan sementara KJRI Dubai. Sejauh ini sudah 216 TKW bermasalah berhasil dipulangkan ke tanah air, namun kasus-kasus baru TKW kabur mencari perlindungan ke konsulat terus muncul.

"Untuk mengangkat harkat mereka dan mengisi waktu, KJRI bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan memberi mereka pendidikan tambahan, sebut saja Sekolah TKW," ujar Konsul Jenderal RI Mansyur Pangeran kepada detikcom, Kamis (19/1/2012).

Paket materi pendidikan untuk mereka dan para relawan pengajarnya meliputi kelas Bahasa Inggris (Ny. Indah Brown dan Ny. R. Irawati), Table Manner dan merangkai bunga (Ny. Putri Feigl dan Ny. Ari Martin), menjahit (Ny. I.M. Bram), Kejar Paket A (Ny. E. Wawan) dan Komputer (Ny. S. Mujiati).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun para pengajar itu sukarela, namun mereka mempersiapkan materi pelajaran dan berbagai bahan pendukung dengan serius. Di samping itu, para pengajar juga memiliki latar belakang profesi dan pendidikan yang relevan.

Sebagaimana disampaikan Konsul Pensosbud Adiguna Wijaya, sekolah untuk para TKW gelombang kedua tahun 2012 tersebut diresmikan oleh Konjen didampingi Ketua DWP Febie Mansyur pada Minggu (15/1/2012), dihadiri seluruh homestaff dan anggota DWP.

"Sekolah ini khusus bagi para TKW di penampungan sementara KJRI Dubai, sembari menunggu proses penyelesaian hukum dan administrasi atas berbagai kasus yang mereka hadapi dengan instansi terkait di Dubai dan emirat lainnya di wilayah utara UAE," papar Konjen dalam sambutannya.

Konjen mengharapkan agar para TKW dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya keberadaan sekolah ini.

"Diharapkan agar sekembalinya ke Indonesia mereka tidak lagi mencari kerja ke luar negeri menjadi TKW, tapi bisa mencoba untuk mencari penghidupan yang lebih baik di tanah air, berdasarkan pengetahuan dan ketrampilan yang telah mereka peroleh dari mengikuti sekolah ini," terang Konjen.

Ruang konsuler dan ruang serba guna, yang pada waktu jam kerja berfungsi juga sebagai ruang tamu, digunakan sebagai ruang kelas sekolah ini pada setiap sore hari.

Seluruh kebutuhan dan peralatan kelas bagi para TKW disediakan oleh konsulat. Selain itu, para anggota DWP juga melakukan piket sehari-hari secara bergantian menjadi relawan untuk membantu kelancaran pelaksanaan kelas.

Sebelumnya KJRI Dubai telah memberikan sertifikat kepada 13 orang TKW yang telah menyelesaikan sekolah gelombang pertama, Januari 2011. Sertifikat diserahkan dalam rangkaian kegiatan upacara peringatan HUT ke-66 RI.
(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads