DPRD DKI Jakarta: Anggaran Pemeliharaan Besar, Tapi Itikad Merawat Tak Ada

DPRD DKI Jakarta: Anggaran Pemeliharaan Besar, Tapi Itikad Merawat Tak Ada

- detikNews
Kamis, 19 Jan 2012 13:44 WIB
DPRD DKI Jakarta: Anggaran Pemeliharaan Besar, Tapi Itikad Merawat Tak Ada
Jakarta - Sejak memasuki musim penghujan, jalan raya Jakarta semakin berbahaya. Jalan yang berlubang akibat aspal pelapisnya tergerus air hujan terlihat di hampir ruas jalanan, termasuk jalan protokol.

Kondisi jalan yang tak layak ini, cukup menggangu kenyamanan para pengendara. Hal itu pun sangat disesalkan Komisi D (pembangunan) DPRD DKI Jakarta.

"Padahal anggaran untuk pemeliharaan ini cukup besar diberikan, tapi kenapa kondisi di lapangan sangat buruk? Anggaran banyak, tapi masalah seperti itu saja tidak terselesaikan," keluh anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi, kepada detikcom, Kamis (19/1/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sanusi tidak merinci besarnya anggaran yang untuk pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hanya saja, untuk pengaspalan jalan-jalan di Jakarta ia memperkirakan anggaran yang dikucurkan lebih kurang mencapai Rp 200 miliar.

"Itu baru untuk pengaspalan saja loh, belum termasuk biaya renovasi atau pemeliharaan berkala," jelas politisi Partai Gerindra ini.

Sanusi juga mengkritik, jadwal pemeliharaan jalan atau proyek pengerjaan drainase atau kabel utilitas yang sering dilakukan pada akhir tahun. Menurutnya, pengerjaan akhir tahun itu akan berbenturan dengan kondisi cuaca juga minim akan pengawasan.

"Kita sudah ingatkan PU berkali-kali kalau lakukan pengerjaan itu sebaiknya di awal tahun atau tengah tahun, jangan di akhir. Kan tender boleh dilakukan lebih awal dan cari pengusaha-pengusaha bekerja sama dengan syarat pembayaran dilakukan setelah selesai, " kritiknya.

Selain itu, lanjut Sanusi, Dinas PU juga harus melakukan pembinaan materiil dengan kualitas yang baik. Setiap jalan yang berlubang jangan hanya dilakukan pengasapalan mendadak.

"Kalau cuma tambal sulam ya sama saja. Sekarang yang kita lihat kalau ada lubang cuma diaspal seadanya, padahal tipe aspal itu kalau belum kering, kalau kena panas cepat meleleh, kalau kena air akan mudah copot, belum lagi kalau terlindas. Yang akan memperparah kerusakan di jalan itu," katanya.

Sanusi menambahkan, namun semua itu kembali lagi ke itikad baik dan usaha serius pemerintah. "Karena tanpa ada itikad baik itu ya sama saja," tandasnya.

Sejumlah jalan berlubang menjadi pemandangan di ruas-ruas jalan ibukota. Sebagian jalan yang rusak disebabkan karena adanya pengerjaan di sekitar jalan. Namun sebagian jalan berlubang karena kualitas aspal yang tidak laik ditambah hujan yang terus turunn dan volume kendaraan membuat jalan tidak mampu menampung beban.

(lia/lh)


Berita Terkait