"Saya itu tidak ada potongan (secara fisik tidak pantas) jadi gubernur. Ajudan saya penampilan lebih baik dari saya, kalau ada tamu pasti yang disalami ajudan saya," ujar Jokowi di sela-sela rapat kerja pemerintah di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2012).
Hingga kini, Jokowi mengaku belum resmi menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta dari PDI Perjuangan yang merupakan partainya. Pria bertubuh kecil ini justru mengkritik berbagai survei hasilnya menyatakan dia sebagai kandidat Cagub DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan sebelumnya PDIP sudah menggadang sejumlah nama untuk bertarung di Pilgub DKI Jakarta. Dua nama yang digodok serius PDIP yakni Walikota Solo Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
"Beliau (Jokowi) salah satu nama yang kami masukkan dalam survei yang akan kami lakukan," kata DPP PDIP, Puan Maharani, usai Jumpa Pers di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (10/01).
Menurut Puan, survei terhadap Jokowi dilakukan untuk melihat apakah dia yang dari luar dapat diterima rakyat DKI Jakarta atau tidak. Selain itu, hal ini juga untuk melihat kococokan penempatannya sesuai potensi yang dimiliki.
"Apa potensi dia (Jokowi) itu lebih berguna di Jawa Tengah atau di DKI," lanjut putri Ketua Umum PDIP ini.
Selain Jokowi, Foke yang saat ini masih menjadi DKI-1 ikut masuk dalam daftar nama yang akan disurvei PDIP. Hal itu tetap dilakukan meskipun Foke sampai saat ini belum mendaftarkan diri ke PDIP.
"(Foke) Kita masukin juga ke dalam survei," tutur Puan.
(her/lh)










































