Usai merampok brankas Alfa Express Cilandak KKO, Jakarta Selatan, sebanyak Rp 35 juta, perampok rupawan itu membagikan uang Rp 500 ribu ke dua karyawan minimarket yang dirampoknya.
"Dia kasih teman saya Rp 300. Saya dikasih Rp 200 ribu," kata Wawan (21), petugas Alfa Express, Cilandak KKO, Jakarta Selatan, saat ditemui detikcom, Kamis (19/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pas mau ke toilet dia senyum bilangin mau ke toilet. Saya lagi beres-beres," jelasnya.
Tak lama, Wawan dikejutkan dengan todongan senjata dari belakang. Rio lalu meminta Wawan agar diam di dalam ruangan kantor minimarket tersebut. Wawan diancam akan dibunuh jika ia keluar dari ruangan itu.
"Dia nodongin senjata terus ngancam saya. Saya ya diam saja nggak bisa bicara apa-apa. Sudah takut wong nggak pernah kayak gini," akunya.
Setelah menutup pintu ruangan kantor, Rio lalu mendatangi teman Wawan yang berada di kasir. Rio menodongkan senjata dan meminta kunci brankas kepada teman Wawan. Karena takut ditembak, teman Wawan mengamini permintaan Rio. Rio lalu ke belakang bersama teman Wawan dan membuka isi brankas. Usai menggarong isi brankas, Rio membagikan uang Rp 500 ribu kepada Wawan dan temannya.
Rio melarang Wawan dan temannya memasukkan uang Rp 500 itu ke brankas, tapi harus masuk kantong keduanya layaknya "uang pemberian".
"Sebelum keluar dia ngancam lagi, jangan keluar sebelum saya (Rio) keluar. Terus sektiar 2 menit dia keluar. Saya nggak lihat lagi dia naik apa dengan siapa. (Saya) Sudah takut," ungkap Wawan.
Wawan dan temannya akhirnya memanggil seorang temannya lagi yang berada di lantai atas. Teman Wawan yang berada di atas tak mengetahui kejadian perampokan ini. Temannya memang sempat mendengar suara gaduh dari bawah. Namun ia berpikir suara gaduh itu berasal dari Wawan yang tengah beres-beres.
"Habis itu kita melapor ke koordinator. Nggak lama polisi datang," ucapnya.
Saat detikcom menunjukkan foto Rio, Wawan membenarkan. Wawan mengaku saat merampok Rio memang tidak menutupi wajahnya. Rio tampil rapi dan bersih. Tak kelihatan tampang perampok di wajah Rio.
"Ya ini orangnya. Ganteng, tinggi. Senyumnya mirip," imbuhnya.
Sementara itu penyidik Polres Jakarta Pusat yang enggan disebutkan namanya mengatakan Rio mengaku membagikan uang rampokannya kepada karyawan Alfa Express dan pemulung. Rio datang ke Alfa Express dengan menumpangi ojek. "Tapi itu masih didalami lagi," tambahnya. Rio ditangkap polisi pada Senin 16 Januari malam, beberapa belas jam setelah merampok Alfa Express Cilandak KKO.
(gus/nrl)











































