"Mereka harus dikonfrontir, di depan transkrip rekaman, secara terbuka," desak Ketua Fraksi MPR dari Gerindra, Martin Hutabarat, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/1/2012).
Menurut Wakil Ketua DPR Pramono Anung, itu bisa direalisasikan. "Mengkonfrontir Banggar, BURT dan Kesekjenan itu wewenang BK," tutur Pramono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak bisa lepas dari alat kelengakapan Banggar, BURT dan Kesekjenan. Hasilnya akan dilaporkan kepada pimpinan,"paparnya.
Menyertakan transkrip rapat juga dipandang cukup positif. Mengingat harus ada yang mempertanggungjawabkan proyek kontroversial ini, bukan saling lempar tanggung jawab.
"Sehingga akan dilihat siapa yang mengusulkan. Supaya tidak saling melempar dan sebagainya. Transkrip akan kelihatan apakah yang mengusulkan dari kesekjenan, Banggar atau BURT," jelasnya.
(van/lh)











































