"Pasukan kita tarik. Tetapi saya minta, bambu runcing disingkirkan, gas juga disingkirkan," ujar Kapolsek Tanah Abang AKBP Johanson Ronald Simamora di lokasi, Rabu (18/1/2012).
Hal itu disampaikan Johanson dalam negosiasi dengan Koordinator Forum Kaum Tani, Binbin Firman Tresna. Dalam negosiasi itu, keduanya pun telah membuat kesepakatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar pernyataan Kapolsek, massa pun lega. "Siap pak, itu (bambu runcing dan gas) hanya untuk berjaga-jaga saja pak. Gas buat masak pak," jawab Binbin.
"Kalau tidak digusur, kami akan singkirkan pak," lanjut Binbin.
Kapolsek juga meminta agar massa menyingkirkan cairan zat kimia, asam atau cairan cabai.
"Itu cuma buat berjaga-jaga saja pak," imbuh Binbin.
Binbin menambahkan, pihaknya akan tetap bertahan selama DPR belum mengabulkan apa yang menjadi tuntutan mereka.
"Kami akan bertahan di sini sampai tuntutan kami dipenuhi. Kalau misalnya dipaksa kekerasan, kami juga akan lakukan kekerasan," pungkas Binbin.
Warga Pulau Padang, Riau sudah bertahan sejak 38 hari lalu. Mereka mendirikan tenda di depan gedung DPR RI demi menyampaikan aspirasinya terkait penghentian operasional PT Riau Andalan Paper and Pulp (RAPP) yang dianggapnya merugikan warga.
(mei/lia)











































