Gedung Sumber Daya Air Dinas PU Riau Terbakar

Gedung Sumber Daya Air Dinas PU Riau Terbakar

- detikNews
Rabu, 18 Jan 2012 18:16 WIB
Gedung Sumber Daya Air Dinas PU Riau Terbakar
Pekanbaru - Usai jam pulang jam kerja, sejumlah PNS di jajaran Dinas PU Riau sempat heboh. Ini karena gedung Sumber Daya Air di kantor tersebut terbakar. Beruntung pemadam bisa segera menjinakan api.

Kebakaran ini terjadi, Rabu (18/1/2012) sekitar pukul 16.30 WIB, atau 30 menit usai jam kantor. Gedung yang terbakar itu di bagian barat tersebut, salah satu ruang terlihat terbakar bagian bawahnya. Api yang membakar di lantai itu sempat menyulut ke bagian plafon. Asap hitam pun sempat mengepul dari bagian atap kantor tersebut.

Awalnya para PNS melihat kepulan asap tebal keluar dari sudut ruang gedung Sumber Daya Air. Kepulan asap ini membuat para pegawai di sana segera menghubungi pemadam kebakaran. Beruntung pemadam kebakaran yang tiba di lokasi bisa segera menjinakkan si jago merah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati kebakaran ini tidak sempat menghanguskan seluruh gedung tersebut, namun sempat membuat kepanikan para pagawai di sana. Sejumlah PNS yang belum pulang, terlihat terbirit-birit menyelamatkan sejumlah dokumen penting di ruang tersebut.

Kaca-kaca jendela terpaksa dipecahkan untuk memudahkan pemadam kebakaran menyemprotkan air ke dalam ruang yang terbakar. Kondisi ini juga membuat repot kantor koperasi yang ada di komplek perkantoran ini.

Para pekerja di koperasi yang menyediakan alat tulis kantor itu juga terlihat panik mengeluarkan seluruh isi dagangannya. Namun setelah api dapat dipadamkan, barang-barang yang telah dikeluarkan dari dalam kantor koperasi itu kembali dimasukkan.

Menurut Sekretaris Dinas PU Riau, Idaman yang ditemui detikcom di lokasi mengatakan, pihaknya belum dapat mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun dia menjelaskan, bahwa di ruangan yang terbakar itu banyak terdapat arsip penting.

"Salah satu arsip adalah dokumen lelang. Tapi dokumen yang terbakar itu merupakan dokumen lelang yang lama, bukan yang baru. Soal kerugian kita belum dapat merincinya, begitu juga penyebab kebakaran kita juga belum tahu," kata Idaman.

(cha/anw)


Berita Terkait