Cara PT KAI Halau 'Atapers': Cat Semprot, Ustad Hingga Bola Beton

Cara PT KAI Halau 'Atapers': Cat Semprot, Ustad Hingga Bola Beton

- detikNews
Rabu, 18 Jan 2012 17:18 WIB
Cara PT KAI Halau Atapers: Cat Semprot, Ustad Hingga Bola Beton
Jakarta - Penumpang di atap kereta bak menjadi penyakit kambuhan yang sulit disembuhkan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencari berbagai akal agar para penumpang di atap kereta atau 'atapers' sadar bahkan jera kalau itu membahayakan nyawa. Apa saja akal PT KAI itu?

1. Cat Semprot

Pemakaian cat semprot ini dilakukan PT KAI sekitar Mei 2011. Saat itu cat semprot dipasang di beberapa stasiun, seperti Stasiun Kalibata dan Stasiun Manggarai. Hasilnya, sempat terjadi ricuh. Penumpang yang telah disemprot cat melawan saat hendak ditertibkan. Beberapa diantaranya melempari petugas dengan batu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Pintu Koboi

Pintu koboi dipasang PT KAI pada awal Juni 2011. Pintu koboi ini terbuat dari fiber glass dengan tebal 1 cm, panjang 1,5-2 m, dan lebar 10 cm yang dipantek pada tiang listrik. Pintu koboi dipasang arah kereta Bogor ke Jakarta. Arah Jakarta-Bogor akan menyusul dipasang.

Hasilnya, menurut Kepala Penertiban Daops 1 PT KAI, Ahmad Sujadi penumpang di atas atap berkurang hingga 45 persen.

3. Anjing Pelacak

PT KAI sempat melontarkan ide memakai anjing pelacak untuk mengusir turun penumpang di atap kereta pada Juni 2011. Hal ini dilakukan jika imbauan untuk turun dari petugas PT KAI tidak mempan. Namun tidak jelas, bagaimana kelanjutan dari ide ini.

4. Ustadz dan Marawis

Pada awal Januari 2012 ini, PT KAI juga memakai pendekatan spiritual menyadarkan penumpang di atap KRL. Di Stasiun Cilebut, tikar disiapkan untuk Ustad berceramah, sementara di belakangnya ada spanduk yang memiliki pesan bahayanya naik di atap kereta.

Selain ustad, PT KAI juga menggunakan kesenian marawis untuk mengimbau penumpang agar tidak naik di atap kereta. Kesenian marawis ini dibawakan oleh sebuah yayasan di Citayam. Anggota yayasan ini dulunya adalah orang-orang yang sering naik di atap kereta, namun mereka sekarang sudah sadar dan tidak naik di atap gerbong lagi.

5. Bola-bola Beton

Pemasangan gawang bola beton dilakukan di jalur kereta Bekasi-Cikampek di KM 27 pada Selasa (17/1) siang. Total 24 bola beton dipasang untuk menghalau atapers. Bola-bola dari beton itu dipasang pada rantai kemudian diikatkan pada gawang yang berdiri di kanan-kiri rel kereta, sehingga bola-bola beton bisa menghalau penumpang di atap kereta.

Hasilnya sementara efektif. Hari ini, tidak ada satu pun penumpang yang nekat naik di atap KRL karena khawatir terhantam bola beton seberat 3 kg itu.

(nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads