"Ultimatum dari pihak Pamdal, kita disuruh membubarkan diri pukul 15.00 WIB, kalau tidak, mereka akan membubarkan kita secara paksa," jelas Binbin Firman Tresna, Koordinator Forum Kaum Tani di lokasi, Rabu (18/1/2012).
Binbin mengatakan, para demonstran akan tetap bertahan hingga tuntutan mereka dipenuhi. Adapun yang menjadi tuntutan para demonstran adalah meminta pemerintah agar menghentikan operasional PT Riau Andalan Paper and Pulp (RAPP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya ada dua kerugian yang diderita warga akibat operasional PT RAPP di Pulau Padang, yakni kepemilikan lahan warga setempat dan PT RAPP menjadi tumpang tindih. Selain itu, kanalisasi yang dibuat PT RAPP dikhawatirkan menimbulkan banjir besar.
"Pulau Padang itu tanahnya gambut, kedalamannya delapan meter. PT RAPP itu bikin kanal-kanal yang membentang dari tengah laut sampai hutan. Sekarang saja kalau hujan banjir, apalagi kalau ada kanal-kanal itu," paparnya.
Ia mengatakan, area konsensi PT RAPP mencapai 40 ribu hektar dari luas pulau 110 ribu hektar.
"Dengan dibikinnya kanal-kanal ini, habis lah pulau itu, tenggelam lah pulau itu," imbuhnya.
Ia menambahkan, Amdal PT RAPP tidak laik. Akibat kanalisasi itu, mata air menjadi kotor.
"Airnya jadi cokelat seperti air teh," pungkasnya.
(mei/lia)











































