"Saya maunya dia ke KPK dan dan mengakui memang dia yang bersalah. Itu saja sudah cukup," terang Nazarudin usai sidang dirinya pada kasus Wisma Atlet, di Pengadilan Tinggi Tipikor, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2012).
Dia menambahkan, bila Anas datang ke KPK dan mengakui kesalahannya, itu akan menjadi contoh bagi yang lain. Karena belum ada pemimpin di negeri ini melakukan hal seperti itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, di persidangan Rosa menyebut para petinggi Partai Demokrat dan politikus di Senayan ikut menerima uang dari proyek Wisma Atlet. Mereka yang disebut itu adalah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh (Komisi Olahraga DPR), Mirwan Amir (Wakil Ketua Banggar DPR), Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng, serta adiknya, Rizal Mallarangeng. Politikus PDI-Perjuangan, I Wayan Koster, juga disebut.
(gah/gah)











































