"Saya tidak mau ungkap isinya karena BK sedang memprosesnya. Transkripnya sudah ada di BK," tutur Wakil Ketua DPR Pramono Anung, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2012).
Menurut sumber detikcom di internal BK DPR, dalam transkrip rekaman tersebut terdapat pembicaraan Kepala Biro Harbangin DPR Sumirat dan staf Sekten DPR saat menawarkan furnitur untuk ruang rapat baru Banggar DPR. Beberapa anggota Banggar memilih furnitur yang mereka anggap cocok, termasuk kursi impor dari Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang dalam transkip rekaman, kan smua di DPR ini terekam dan ada rekamannya. Dalam transkip memang ada hal (permintaan spesifikasi ruang Banggar) seperti itu. Itu makanya pimpinan DPR mendorong badan kehormatan BK diberi kewenangan sepenuhnya melakukan penelusuran," kata Pramono, sebelumnya.
Pimpinan DPR sebenarnya tidak mempermasalahkan renovasi ruang rapat Banggar. Yang jadi masalah adalah anggarannya yang menyentuh angka Rp 20 miliar. Karena itu, Pramono meminta Badan Kehormatan (BK) DPR mengambil sikap.
"Pimpinan DPR memberi kewenangan sepenuhnya kepada BK dan tanpa berkeinginan melakukan intervensi atau campur tangan, untuk mengetahui bagaimana persoalan ini sebenarnya," tegasnya.
(van/gah)











































