"Ini sudah ranahnya Sekjen dan BURT, kita tidak punya kepentingan. Kita tidak boleh menangani itu. Kesalahan ada di Kesekjenan. Kesekjenan itu wakil pemerintah, mereka punya standar ruangan pemerintah bagaimana, meja kursi bagaimana," kata Mekeng kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2012).
Menurut Mekeng, Banggar tidak minta spesifikasi ruang rapat baru senilai Rp 20 miliar. Spesifikasi ruang baru Banggar DPR disusun Setjen DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mekeng siap diperiksa BK DPR pada Kamis 19 Januari besok. Namun, ia meminta BK dan KPK memeriksa pemain sebenarnya yang diduga ada di Setjen DPR.
"BK periksa itu Kesekjenan, bongkar permainan-permainan ini, atau kalau perlu KPK masuk periksa ini permainan-permainan. Tidak masuk akal seorang anggota DPR mengurusi masalah kecil, urusan kursi, meja, urusan amat. Yang kita pikirkan itu bagaimana dapil saya di NTB, bagaimana mereka punya air,listrik, bukan yang beginian," kata Mekeng.
(van/aan)










































