"Ada 106 ruas jalan. Jalan lokal di wilayah yang rusak kebanyakan rusak secara struktural karena terendam air. Selain itu juga kena beban kendaraan berat. Kita pernah lihat ada kontainer masuk jalan kecil sehingga struktur bawah jalan rusak. Karena itu saya inisiatif melakukan betonisasi, pemeliharaan jalan dengan beton," tutur Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Erry Basworo, kepada detikcom, Rabu (18/1/2012).
Betonisasi ini dilakukan dengan menggunakan anggaran multiyears 2011-2012. Dana yang dikucurkan Rp 88,64 miliar. Awalnya proyek ditargetkan selesai pada Juni 2012. Namun Erry berharap di bulan keempat tahun ini bisa selesai.
"Kita harapkan bisa selesai April," ucap Erry.
Beberapa ruas jalan di DKI merupakan jalan aspal. Musuh aspal adalah air, sehingga ketika tergenang air akibat banjir atau rob, jalanan akan cepat rusak.
"Sudah ada saluran air, tapi seringkali airnya tumpah ke jalanan. Makanya dikeruk juga oleh Sudin (suku dinas) karena tersumbat lumpur atau sampah," lanjut dia.
Menurutnya ada beberapa cara perawatan jalan. Jika drainase di jalan arteri bagus, maka ketika ada jalan rusak cukup dilakukan overlay atau pelapisan ulang dengan aspal. Kalau jalan campuran aspal dan beton, perawatan bisa dilakukan dengan recycling.
"Nanti dicampur 20 persen material baru. Diperbarui tanpa memberikan material yang banyak," terang Erry.
Untuk daerah yang sering terendam air, lanjutnya, lebih bagus jika jalan dibuat dengan beton. Sebab beton lebih kuat.
"Kita banyak yang overlay dengan dilapisi aspal. Jalan ini beberapa ada yang aus karena sering dilewati dan terkena panas matahari. Jalan aspal itu idealnya 4-5 tahun dilapis lagi karena aging, supaya muda lagi," beber Erry.
"Sedangkan kalau jalan beton, kalau bikinnya benar, umurnya bisa di atas 10 tahun. Dengan benar itu juga maksudnya, tidak langsung dilewati pengendara begitu dibangun. Kalau itu yang terjadi, beton belum terlalu jadi itu umurnya pendek. Beton itu mahal, tapi kalau hati-hati bisa panjang umur," imbuhnya.
Jalan rusak di Jakarta antara lain berada di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, tepatnya di depan pusat belanja Cilandak Town Square (Citos). Jalan arteri itu becek berpasir dan berlubang di mana-mana. Adanya jalan rusak ini tentu berpengaruh pada kemacetan lalu lintas. Bahkan jalan rusak bisa menyebabkan kecelakaan.
(vit/nrl)











































