Anggota DPR RI Temukan Adanya Aktivitas Illegal Logging di Meranti

Anggota DPR RI Temukan Adanya Aktivitas Illegal Logging di Meranti

- detikNews
Rabu, 18 Jan 2012 13:01 WIB
Pekanbaru - Aktivitas illegal logging sangat marak terjadi di Kecamatan Pulau Padang, Kabupaten Meranti, Riau. Diduga kuat, hasil penjarahan hutan alam Indonesia itu dijual ke Malaysia dan Singapura.

Demikian disampaikan, Anggota DPR RI asal Riau, Wan Abu Bakar dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (18/01/2012). Menurut Wan, akhir pekan lalu, dia melakukan pemantauan lewat udara di atas Kabupaten Maranti. Lewat pantauan tersebut, dengan kasat mata terlihat banyaknya swamil (penggergajian kayu) yang berada di Kecamatan Pulau Padang tersebut.

"Dengan jelas kita melihat adanya aktivitas sawmil liar di lokasi tersebut. Sawmil inilah yang menampung hasil pencurian kayu alam di kawasan hutan Pulau Padang," kata Wan yang juga mantan Gubernur Riau tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masih menurut Wan, setidaknya ada 10 sawmil liar di kawasan Pulau Padang. Selain itu lewat pantaun udara terlihat juga sederatan camp-camp di kawasan hutan alam tersebut. Camp tersebut merupakan tempat berteduh para pelaku pembalakan liar.

"Kita menduga kuat, hasil-hasil kayu alam yang dijadikan bahan setengah jadi di sawmil itu selanjutnya di jual ke Malaysia dan Singapura. Kalau melihat kondisi sawmil dan camp tersebut, aktivitas pembalakan liar ini sudah berjalan cukup lama," kata Wan.

Wan menjelaskan, setelah melakukan pemantauan udara, selanjutnya melakukan dialog dengan sejumlah masyarakat. Menurut Wan sejumlah masyarakat mengaku selama ini mereka bekerja sebagai pembalak liar. Namun belakangan aksi pembalakan liar ini sempat dihentikan warga karena kehadiaran PT Riaupulp yang akan membuka Hutan Tanaman Industri (HTI) di Pulau Padang.

"Sebagian warga yang saya temui, mengaku menerima kehadiran PT Riaupulp karena mereka bisa bekerja di perusahaan tanpa harus lagi melakukan pembalakan liar," kata Wan.

Wan menduga, adanya aksi penolakan sekelompok masyarakat atas kehadiran PT Riaupulp ini ada dugaan rasa ketakutan para cukong kayu di Pulau Padang.

"Ya mungkin saja para cukongnya ketakutan kalau perusahaan jadi buka HTI di sana. Karena dengan adanya HTI, para cukong kayu tidak lagi bisa melakukan aktivitas illegal logging," kata Wan.

Wan menyayangkan sikap aparat kepolisian setempat dan polisi kehutanan yang membiarkan terjadinya perambahan hutan di kawasan Pulau Padang.

"Kita sangat menyayangkan mengapa aktivitas pembalakan liar dibiarkan saja selama ini. Kita mengharapkan, pihak kepolisian dan polisi kehutanan untuk segera bergerak membasmi illegal logging di sana," kata Wan yang juga politkus PPP tersebut.

(cha/anw)


Berita Terkait