"Malu-maluin deh, kayak bukan di Jakarta saja," ujar Deka, warga Ciputat yang setiap hari berkendara menuju Senayan, dengan melewati ruas Jl TB Simatupang, Rabu (18/1/2012).
Deka menjelaskan, jalan arteri di depan Citos becek berpasir dan lubang di mana-mana. "Jadi kayak offroad di Kalimantan," kata Deka yang pernah menjajal medan terjal Kalimantan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka yang hendak keluar dari tol TB Simatupang juga kena imbas. Sebab kendaraan di jalur arteri sulit bergerak, sehingga yang hendak keluar tol juga sulit berpindah ke jalur reguler. "Dari pintu tol Ciputat sampai Fatmawati macet. Berapa kilometer itu? Panjang sekali. Padahal dulu biasanya tidak begitu," ujar ayah 1 anak ini.
Sepengetahuan Deka, belum ada perbaikan di akses penting di Jakarta Selatan itu. "Awalnya lubang sedikit dan masih bisa lancarlah lewat. Tapi lama-lama karena hujan mungkin ya, bolongnya jadi melebar dan menutupi jalanan," katanya.
Untuk bisa menembus jalan rusak itu, Deka membutuhkan waktu hingga 45 menit. Sedangkan bila naik mobil, sekitar 1 jam dari Lebakbulus lewat Fatmawati.
Sementara itu, pemerintah Jakarta bermaksud memperbaiki Jl TB Simatupang sepanjang 1,6 km. Jalan di depan Citos akan dibeton guna menghindari air dari ruas tol yang selalu masuk ke situ. Paling cepat, proyek perbaikan dilakukan bulan Maret.
Sedangkan BMKG memprakirakan, puncak hujan di Jakarta akan terjadi pada pertengahan Januari hingga Februari. Jadi sepertinya Deka dkk terpaksa masih cukup lama berhadapan dengan "medan offroad" di depan Citos. Duh!
(nrl/vta)











































