"Ada dua surat permintaan Banggar pada Juli dan Agustus 2011 yang isinya memang Banggar membutuhkan ruang yang representatif," kata Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/1/2012).
Sedangkan perencanaan ruangan yang begitu mewah melibatkan tiga pihak. Yakni Banggar, BURT, dan Kesekjenan DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pramono, permintaan Banggar atas ruangan yang representatif sangat bisa dimaklumi. Namun pilihan spesifikasi perangkat yang terlalu berlebihan menjadi masalah tersendiri.
"Mengenai ruang yang sudah tidak representatif, pimpinan menilai ini hal wajar. Namun mengenai ruangan yang begitu mewah, membuat rakyat marah," terang Pramono.
Pimpinan DPR pun mendorong Badan Kehormatan DPR untuk mengambil tindakan. Termasuk memberikan sanksi jika ada pelanggaran tata tertib.
"Pimpinan DPR memberikan kewenangan kepada BK untuk mengetahui bagaimana persoalan yang sebenarnya," tandasnya.
(van/lh)











































