Gerindra: Puan dan Dahlan Iskan Kandidat Cawapres Fenomenal

Gerindra: Puan dan Dahlan Iskan Kandidat Cawapres Fenomenal

- detikNews
Rabu, 18 Jan 2012 10:09 WIB
Gerindra: Puan dan Dahlan Iskan Kandidat Cawapres Fenomenal
Jakarta - Partai Gerindra tengah menggodok 7 kandidat cawapres pendamping Prabowo Subianto. Namun, Gerindra melihat dua nama yang dipandang cukup fenomenal untuk mendampingi Prabowo, yakni Puan Maharani dan Dahlan Iskan.

Tujuh tokoh yang dilirik Gerindra menjadi kandidat cawapres Prabowo berasal dari tokoh nasional dari berbagai kalangan. Tokoh parpol seperti Puan Maharani, tokoh profesionalnya seperti Dahlan Iskan, Khofifah Indarparawansa, Din Syamsuddin, Mahfud MD, Sri Mulyani, dan Jimly Assiddiqie.

"Puan itu adalah tokoh perempuan muda kandidat cawapres fenomenal di PDIP, dia memiliki ideologi politik yang kuat dan basis partai yang kuat. Puan dan Gerindra adalah irisan yang sama nasionalis dalam hal politik banyak kesamaan. Sehingga ini faktor yang cukup penting untuk kebersamaan Prabowo-Puan," tutur Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, kepada detikcom, Rabu (18/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerindra juga melihat prestasi positif Dahlan Iskan di pemerintahan. Kebersamaan Prabowo-Dahlan Iskan pun saat ini tengah dihitung baik-baik.

"Dahlan ini tokoh kandidat cawapres fenomenal. Dia muncul di pertengahan masa kerja kabinet. Tapi dia pekerja keras, pro rakyat, dan simpel cara berpikirnya termasuk dalam simpel mencari solusi dan itu mengesankan kecepatannya dia dalam mengambil solusi. Karena itu pasangan Prabowo-Dahlan juga perlu dikaji lebih jauh," papar Muzani.

"Kalau Mahfud MD dan Jimly saya kira pendekar hukum yang cukup bagus. Mahfud juga dari kalangan santri dan memiliki basis yang kuat dan dia juga tokoh hukum yang perlu diperhitungkan," lanjut Muzani.

Gerindra juga masih merasa perlu menjajaki tokoh Sri Mulyani menjadi cawapres Prabowo. Meskipun orientasi ekonomi kedua pihak berseberangan.

"Sri Mulyani sebagai kepala Bappenas dan Menkeu bekerja cukup bagus. Track record bagus, lobi bagus dan dukungan internasional bagus. Problemnya adalah Prabowo adalah orientasinya kerakyatan sementara Sri Mulyani cenderung neoliberal, ini yang kita pikirkan,"tandasnya.

Sedangkan Din Syamsuddin dan Khofifah diarahkan untuk mendulang suara dari NU dan Muhammadiyah. Maklum, Din masih menjabat Ketua PP Muhammadiyah, sedang Khofifah masih menjabat Ketua Muslimat NU.

(van/lia)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini