Parcel miniatur naga air ini merupakan salah satu parcel andalan Chantiq, salah satu toko penjual bahan kerajinan tangan di kawasan Komplek Pertokoan Multatuli Indah, Jl Multatuli, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Meski terbuat dari kaleng bekas, pada bagian kepala naga terdapat tanduk mirip seperti naga sungguhan. Sementara tubuh naga dirangkai dari susunan irisan kaleng warna-warni hingga terlihat unik dan artistik.
Pengelola Chantiq, Vince Kusmanto mengatakan, parcel miniatur naga sangat sesuai dengan tema tahun baru Imlek tahun ini yaitu tahun naga air yang bermakna perubahan. Etnis Thionghoa meyakini tahun naga air adalah tahun yang penuh semangat untuk mencapai kemakmuran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sehari, parsel miniatur naga terjual mencapai 100 paket dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta tiap paket, tergantung ukuran dan kemasannya. Tinggi miniatur naga mencapai 15 cm dengan panjang mencapai 20 cm. Berdiri tegak di atas sebongkah batu dengan kepala menghadap ke atas.
"Sebagian etnis Tionghoa meyakini lukisan maupun replika naga air dapat membawa keberuntungan dan membuangan kesialan yang terjadi di tahun lalu," tambah Vince.
Selain menyediakan parsel miniatur naga, Chantiq juga menyiapkan parsel dari bahan tembikar berisi permen, mangkuk dari bahan batok kelapa dan bongkahan replika emas sebagai alat tukar dimasa dinasti China. Parsel jenis tembikar dilego antara Rp 400 hingga Rp 750 ribu tiap paketnya.
(rul/rdf)











































