Menjenguk Rusa DPR yang Ongkos Makannya Rp 598 Juta

Menjenguk Rusa DPR yang Ongkos Makannya Rp 598 Juta

- detikNews
Selasa, 17 Jan 2012 17:27 WIB
Menjenguk Rusa DPR yang Ongkos Makannya Rp 598 Juta
Jakarta - Seratusan rusa tutul mengisi Taman Rusa DPR yang terletak di sisi kanan Komplek DPR RI, Senayan. Mereka tampak diberi makan rumput, ubi, dan wortel.

Pantauan detikcom, Selasa (17/1/2011), seratusan rusa ini bergerombol di taman yang dikelilingi 1 Km jalan setapak. Jalan setapak ini yang biasa digunakan para wisatawan atau pendatang yang ingin melihat-lihat rusa tutul ini.

Taman rusa ini dilengkapi dengan dua kolam air berdiameter 5 meter, juga pepohonan yang rindang. Di sekitar taman rusa terdapat fasilitas lapangan basket, lapangan futsal, dan trotoar pijat refleksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ukuran rusa tutul bervariasi. Ada yang masih sebesar anjing dewasa, sampai yang cukup tinggi. Bentuk tanduknya pun unik sekali.

Rusa-rusa ini pemalu. Mereka bergerak berlarian saat ada orang mendekat. Karena itu mereka lebih suka bersembunyi diantara semak dan pepohonan kecil yang sengaja ditanam berjarak 10 meter.

Sebagian besar rusa tampak tidur di bawah pohon yang rindang. Beberapa lainnya tengah menikmati rumput yang memang ditanam di taman ini.

Rusa-rusa ini dipelihara oleh sekitar 10 orang petugas khusus. Sehari-hari mereka mengenakan seragam warna putih oranye atau putih hijau. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil di sudut kanan taman rusa.

"Biasanya mereka diberi makan dua kali sehari. Makannya paling rumput, ubi, wortel, kangkung dan sayuran lainnya," tutur salah seorang petugas pemelihara rusa, kepada detikcom.

Proyek-proyek di DPR tidak hanya terkait pembangunan fisik semata. Ada proyek lain yang ternyata tidak diketahui banyak orang. Proyek tersebut adalah pemberian makan rusa-rusa yang selama ini ditempatkan di sekitar gedung DPR.

Dana yang dialokasikan untuk memberi makan rusa-rusa ini mencapai Rp 598 juta rupiah. Proyek ini mungkin tidak akan mengundang kontroversi apabila keberadaan rusa tersebut jelas wujudnya, namun kenyataan di lapangan tidak seperti yang dibayangkan.

(van/lia)


Berita Terkait