"Marzuki tidak bisa lepas tangan dan mengalihkan tanggung jawab, karena meneken. Bahwa dia lupa, mungkin, atau terselip mungkin, tapi tetap saja Pak Marzuki sebagai Ketua BURT harus bertanggungjawab," tuding Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani.
Hal ini disampaikan Muzani kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setahu saya tidak ada satu proyek pun di kompleks DPR, termasuk perumahan Kalibata, yang tidak mendapat persetujuan BURT. Semua kebutuhan baik modal rutin atau barang di DPR harus lewat BURT," tegas Muzani.
Marzuki Alie sebelumnya mengaku tak tahu-menahu menyangkut proyek ruang Banggar DPR. Ia yang kaget bahkan langsung mengancam pemecatan Sekjen DPR dengan mengeluarkan surat peringatan keras.
"Saya kecolongan. Saya sudah minta Ibu Sekjen untuk melaporkan tapi tidak dilakukan," tutur Marzuki, sebelumnya.
(van/lh)










































