Politisi PD: Kesaksian Rosa Justru Selamatkan Anas

Politisi PD: Kesaksian Rosa Justru Selamatkan Anas

- detikNews
Senin, 16 Jan 2012 22:50 WIB
Politisi PD: Kesaksian Rosa Justru Selamatkan Anas
Jakarta - Partai Demokrat (PD) menilai opini yang coba dibangun terdakwa Nazaruddin bahwa 'Ketua Besar' adalah Anas Urbaningrum adalah manipulatif. Padahal, kesaksian Mindo Rosalina menyebutkan 'Ketua Besar' adalah pemimpin Banggar justru menyelamatkan Anas.

"Kesaksian Rosa yang menyebutkan 'Ketua Besar' adalah pemimpin Banggar bukan Ketua Umum PD tidak menyeret Anas ke pusaran kasus Wisma Atlet. Kesaksian itu justru membersihkan dan selamatkan Anas," kata Ketua DPP Partai Demokrat Gede Pasek Suardika melalui telepon kepada detikcom, Senin (16/1/2011).

Namun, dalam persidangan, kubu Nazaruddin mencoba membangun opini bahwa 'Ketua Besar' adala Anas. Pasek Suardika menilai, terdakwa Nazaruddin berusaha membentuk opini tersebut dengan mencecar pertanyaan kepada Rosa bahwa 'Ketua Besar' adalah Anas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€Žβ€‹Pasek Suardika menambahkan riuh rendah opini yang coba dibangun kubu Nazaruddin bahwa Rosa menyatakan 'Ketua Besar' itu adalah Anas adalah manipulasi. Padahal dengan tegas di persidangan tersebut Rosa mengatakan 'Ketua Besar' adalah pemimpin banggar dan 'Ketua' adalah ketua komisi.

"Kutipan kesaksian Rosa di persidangan itu, saya dengar sendiri saat dialog di Kompas TV bahwa 'Ketua Besar' adalah pemimpin Banggar," kata Pasek Suardika.

Pasek Suardika menambakan, pendapat Rosa dalam kesaksiannya di persidangan itu dibenarkan juga oleh penasihat hukumnya M Iskandar.

Pasek juga menegaskan bawah berbagai alibi yang dibangun Nazaruddin dan oknum lainnya untuk melibatkan Anas makin jauh panggang dari api. "Lihat saja betapa beberapa hari sebelum memberi kesaksian, Rosa juga diancam dibunuh bila tidak membersihkan Nazaruddin dan dipaksa menjerat Anas dalam kesaksiannya merupakan bukti rekayasa tersebut," tegas anggota Komisi II DPR RI ini.

Tidak hanya itu, upaya Nazaruddin membangun alibi menarik Anas akhirnya bertabrakan dengan logika.

"Awalnya dibangun alibi Anas pemilik perusahaan yg terlibat Wisma Atlet oleh Nazar, lalu alibi lain Anas minta uang dari perusahaan yang dituding menjadi miliknya itu melalui perantara orang lain lewat BBM. Logika alibinya bertabrakan. Masak mengambil uang dari perusahaannya sendiri harus lewat orang lain dengan BBM lagi. Konstruksi peristiwa yang manipulatif," tegasnya.

(gds/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads