ABK Costa Concordia Asal RI Dipulangkan Mulai Selasa

ABK Costa Concordia Asal RI Dipulangkan Mulai Selasa

- detikNews
Senin, 16 Jan 2012 15:35 WIB
ABK Costa Concordia Asal RI Dipulangkan Mulai Selasa
Jakarta - Kru kapal Costa Concordia yang berasal dari berbagai negara akan dipulangkan ke negaranya masing-masing. Proses pemulangan para ABK, termasuk yang berasal dari Indonesia, akan mulai dilakukan Selasa (17/1) besok. Mereka diminta istirahat setelah mengalami musibah kandasnya kapal Costa Concordia.

"Proses pemulangannya direncanakan mulai besok Selasa oleh perusahaan. Tapi itu tentu tergantung penyelesaian dokumen. Juga kan harus pesan tiket terlebih dahulu," ujar Minister Counsellor Penerangan KBRI Roma, Musurifun Lajawa, kepada detikcom, Senin (16/1/2012).

Pada Senin siang ini perusahaan akan menyelesaikan hak-hak para ABK, terutama mengenai gaji dan kompensasi. "Setelah mengalami kecelakaan ini, para kru diminta istrirahat dulu biar tenang. Biaya pemulangan ditanggung perusahaan," tambah Musurifun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan yang menjalankan Costa Concordia memberikan prioritas kepada para ABK kapal tersebut jika suatu saat mereka berniat bekerja lagi di perusahaan itu. "Kontrak mereka itu 8 bulan. Ada yang baru bekerja beberapa hari, sebulan hingga 6 bulan. Berbeda-beda," imbuh Musurifun.

Dalam kapal itu terdapat 170 ABK asal Indonesia. Saat ini KBRI Roma tengah menyiapkan penggantian paspor para ABK RI yang hilang di laut, dengan menerbitkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP). Semalam, menurut Musurifun, KBRI telah mengambil foto semua ABK RI.

Musibah terjadi pada Jumat 13 Januari 2011 saat makan malam. Ketika kapal menabrak karang, orang-orang berebutan menyelamatkan diri. Suasananya sangat kacau, menakutkan, air laut sangat dingin dan gelap gulita, persis seperti yang digambarkan di film Titanic yang dibintangi Kate Winslet dan Leonardo DiCaprio.

Hingga Minggu tengah malam Waktu Eropa Tengah atau Senin (16/1) pagi WIB dipastikan 5 orang tewas dan 15 lainnya hilang dalam musibah tersebut. Kapal pesiar tersebut mengangkut 4.229 penumpang, 1.000 di anataranya kru yang mayoritas berasal dari Asia.

Tim Rescue mengaku sedikit kesulitan untuk mencari korban yang mungkin masih terjebak di kapal karena posisi kapal yang berada pada 90 derajat. Kondisi ini memungkinkan kapal itu tenggelam seluruhnya.

(vit/nwk)


Berita Terkait