"Proses pemulangannya direncanakan mulai besok Selasa oleh perusahaan. Tapi itu tentu tergantung penyelesaian dokumen. Juga kan harus pesan tiket terlebih dahulu," ujar Minister Counsellor Penerangan KBRI Roma, Musurifun Lajawa, kepada detikcom, Senin (16/1/2012).
Pada Senin siang ini perusahaan akan menyelesaikan hak-hak para ABK, terutama mengenai gaji dan kompensasi. "Setelah mengalami kecelakaan ini, para kru diminta istrirahat dulu biar tenang. Biaya pemulangan ditanggung perusahaan," tambah Musurifun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kapal itu terdapat 170 ABK asal Indonesia. Saat ini KBRI Roma tengah menyiapkan penggantian paspor para ABK RI yang hilang di laut, dengan menerbitkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP). Semalam, menurut Musurifun, KBRI telah mengambil foto semua ABK RI.
Musibah terjadi pada Jumat 13 Januari 2011 saat makan malam. Ketika kapal menabrak karang, orang-orang berebutan menyelamatkan diri. Suasananya sangat kacau, menakutkan, air laut sangat dingin dan gelap gulita, persis seperti yang digambarkan di film Titanic yang dibintangi Kate Winslet dan Leonardo DiCaprio.
Hingga Minggu tengah malam Waktu Eropa Tengah atau Senin (16/1) pagi WIB dipastikan 5 orang tewas dan 15 lainnya hilang dalam musibah tersebut. Kapal pesiar tersebut mengangkut 4.229 penumpang, 1.000 di anataranya kru yang mayoritas berasal dari Asia.
Tim Rescue mengaku sedikit kesulitan untuk mencari korban yang mungkin masih terjebak di kapal karena posisi kapal yang berada pada 90 derajat. Kondisi ini memungkinkan kapal itu tenggelam seluruhnya.
(vit/nwk)










































