"Kita di Demokrat sangat mendukung penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Kita serahkan kepada pengadilan, siapa pun kadernya jika bersalah harus diproses. Itu komitmen kita dalam memberantas korupsi. Semuanya harus transparan," papar
anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarif Hasan.
Hal ini disampaikan Syarif usai menghadiri menghadiri acara "Workshop Halal Internasional" di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Silakan dibuka semua saja di pengadilan. Kita hormati hukum, buka saja silakan. Kita tidak ada intervensi apa pun. Kita hormati hukum saja, jangan berandai-andai," ujar pria yang juga menteri Urusan Koperasi dan UKM ini.
Bagaimana tentang uang Rp 500 juta yang oleh Rosa disebut dikirim ke Timses Andi Mallarangeng? "Apa pun yang testimoni begitu, kita ungkapkan saja di pengadilan. Jangan berandai-andai. Semuanya harus ditindaklanjuti. Kalau nanti tidak ada ya harus di-clear-kan," jawab Syarif.
Sementara itu, Timses pemenangan Andi Mallarangeng dalam Kongres Partai Demokrat membantah menerima uang seperti yang disebut Rosa. "Silakan saja Rosa mengatakan apa saja, tapi tolong dengan bukti-bukti," ujar mantan Sekretaris Tim Pemenangan Andi Mallarangeng, Ramadhan Pohan, di tempat terpisah.
(aan/nrl)










































