Anak Korban Kekerasan Ortu Angkat Diperiksa Rabu 18 Januari

Anak Korban Kekerasan Ortu Angkat Diperiksa Rabu 18 Januari

- detikNews
Senin, 16 Jan 2012 11:09 WIB
Jakarta - L (12), korban kekerasan orang tua angkat, akan segera menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan dijadwalkan pada Rabu 18 Januari mendatang.

"Rencananya Rabu (18/1) mau diperiksa, mudah-mudahan L pulih agar bisa menuangkan keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP)," jelas Sri Hartini dari Pendamping Advokasi Terhadap Anak (PAKTA) saat dihubungi, Senin (16/1/2012).

Sementara itu, Sri mengatakan, L sempat sakit. Sri membawanya ke Rumah Sakit Jakarta untuk pengobatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia sempat demam dan mengeluh sakit perut karena katanya suka ditendang perutnya," katanya.

Kondisi L hari ini berangsur membaik, meski badanya terlihat sangat kurus. Lebam-lebam pada tubuhnya juga sedikit demi sedikit membaik.

Seperti diberitakan sebelumnya, L mendapat kekerasan dari orangtua angkatnya, Ny S, setelah diadopsi dari sebuah panti asuhan di kawasan Tangerang. Ny S yang mengangkat L berjanji akan menyekolahkan L, namun ternyata L dijadikan pembantu.

Tidak hanya itu, L juga sering mendapat perlakuan kasar hingga dipukuli oleh Ny S. L hanya diberi uang sebesar Rp 5 ribu perminggu oleh Ny S.

Karena tidak tahan dengan perlakuan kasar Ny S, L lalu melarikan diri ketika Ny S dan suaminya ke rumah sakit. Saat Ny S masuk ke dalam rumah sakit, L lalu berpamitan kepada ayah angkatnya untuk kabur.

Setelah kabur, tepatnya tanggal 3 Januari 2012, L ditemukan pingsan di pinggir jalan di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, oleh pegawai konveksi dengan kondisi penuh lebam. Pegawai konveksi itu lalu menghubungi Radio Elshinta dan meneruskan ke KPAI.

(mei/lrn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini