Kapolri:
Ledakan di KPU Teror Pemilu
Senin, 26 Jul 2004 17:09 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar menilai peristiwa ledakan di KPU merupakan teror Pemilu. Karena telah mengganggu petugas KPU yang sedang melakukan penghitungan akhir hasil Pilpres putaran pertama."Ya sudah jelas. Karena tempatnya di KPU sebagai pelaksana Pemilu, setidak-tidaknya mengganggu ketentraman. Paling tidak mengganggu petugas KPU yang sedang berkonsentrasi, yang sedang melakukan penghitungan akhir," katanya menjawab pertanyaan wartawan di Istana Negara Jakarta, Senin (26/7/2004).Dijelaskan dia, berdasarkan laporan yang diterima dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani, maupun anggota di TKP, terjadi ledakan yang menyisakan serpihan kardus, koran, puntung rokok, dan ada bahan yang digunakan untuk petasan, seperti sulfur dan nitrat."Temuan sementara, ledakan itu tidak menggunakan alat-alat elektronik. Kemungkinan dari sumber api. Tidak ada kerugian yang berarti. Namun ada kerusakan di bagian pintu WC," katanya."Tidak ada ancaman secara khusus ke KPU. Tapi polisi akan berusaha lebih giat meningkatkan keamanan," ujar Da'i.
(sss/)











































